Connect with us

Internasional

Israel Ancam Tunda Gencatan Senjata jika Hamas Tak Segera Berikan Nama Sandera yang Dibebaskan

Israel memutuskan untuk menunda gencatan senjata setelah Hamas gagal menyerahkan daftar nama sandera. Serangan ke Gaza dilanjutkan, menambah jumlah korban.

habigates

Published

on

Israel Ancam Tunda Gencatan Senjata jika Hamas Tak Segera Berikan Nama Sandera yang Dibebaskan
Israel Ancam Tunda Gencatan Senjata jika Hamas Tak Segera Berikan Nama Sandera yang Dibebaskan. Gambar: Dok. Reuters

MPN Indonesia 20 Januari 2025 - Israel memutuskan untuk menunda gencatan senjata yang direncanakan mulai berlaku pada Minggu (19/1) dan melanjutkan serangan terhadap Jalur Gaza.

Langkah ini diambil atas instruksi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah Hamas gagal menyerahkan daftar nama sandera yang akan dibebaskan sesuai kesepakatan sebelumnya.

Penundaan Gencatan Senjata

Keputusan ini diumumkan sesaat sebelum gencatan senjata dijadwalkan dimulai.

Kantor Netanyahu menyatakan bahwa Angkatan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan menghentikan operasi militernya sampai daftar nama sandera diterima.

Di sisi lain, Hamas mengklaim keterlambatan tersebut disebabkan oleh kendala teknis.

Kelompok itu juga menegaskan komitmennya terhadap perjanjian dan berjanji akan menyerahkan daftar nama secara bertahap.

Serangan Israel selama penundaan gencatan senjata dilaporkan menewaskan delapan orang dan melukai 25 lainnya, menurut juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal.

Serangan ini terjadi di wilayah utara dan pusat Gaza, dengan tayangan langsung menunjukkan kepulan asap abu-abu di langit Gaza sekitar 30 menit setelah gencatan senjata seharusnya dimulai.

Pertukaran Tawanan dan Ketentuan Gencatan Senjata

Berdasarkan kesepakatan awal, Hamas berencana membebaskan tiga sandera perempuan sebagai bagian dari tahap pertama pertukaran dengan 95 tahanan Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Proses pertukaran ini dijadwalkan dimulai pukul 16.00 waktu setempat pada hari pertama gencatan senjata dan difasilitasi oleh Palang Merah.

Israel juga menyetujui pelonggaran blokade Gaza dan mengizinkan masuknya 600 truk berisi pasokan kemanusiaan.

Bantuan tersebut meliputi makanan, obat-obatan, dan bahan-bahan tempat tinggal yang disiapkan oleh PBB dan badan-badan kemanusiaan di titik masuk ke wilayah tersebut.

Baca Juga:  Green Day Blak-blakan Dukung Palestina saat Tampil di Coachella

Dampak dan Tanggapan

Hamas menjelaskan bahwa keterlambatan dalam menyerahkan nama-nama sandera disebabkan oleh alasan logistik, termasuk kendala komunikasi yang dilakukan melalui utusan fisik akibat pesawat militer Israel yang masih beroperasi di wilayah udara Gaza.

Israel, bagaimanapun, menyatakan bahwa gencatan senjata tidak dapat diterapkan tanpa kepastian terkait identitas sandera yang akan dibebaskan.

Dalam kesepakatan jangka panjang, pasukan Israel direncanakan mundur dari pusat-pusat populasi Gaza ke zona penyangga selebar satu kilometer di sepanjang perbatasan.

Namun, implementasi rencana ini bergantung pada keberlanjutan gencatan senjata, yang hingga kini masih mengalami hambatan.

Situasi di Lapangan

Serangan udara Israel di Gaza terus menambah jumlah korban jiwa dan luka-luka, sementara upaya mediasi untuk melaksanakan pertukaran tawanan terus berlangsung.

Jika gencatan senjata berhasil diterapkan, total 33 sandera yang ditawan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan, dan ratusan tahanan Palestina akan dilepaskan dari penjara Israel.

Trending