Connect with us

Internasional

Momika, Pembakar Alquran Ditembak Mati Orang Tak Dikenal di Swedia

Salwan Momika, pria asal Irak yang membakar Al-Quran di Swedia, tewas ditembak pada 29 Januari 2025. Polisi menangkap lima orang terkait kasus ini.

habigates

Published

on

Momika, Pembakar Alquran Ditembak Mati Orang Tak Dikenal di Swedia
Momika, Pembakar Alquran Ditembak Mati Orang Tak Dikenal di Swedia. Gambar: AP/Oscar Olsson

MPN Indonesia 1 Februari 2025 - Salwan Momika, pria asal Irak yang dikenal karena aksi pembakaran Al-Quran di Swedia, dilaporkan tewas setelah ditembak oleh orang tak dikenal.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu malam (29/1) di Kota Sodertalje.

Polisi Swedia segera merespons laporan penembakan dan menemukan seorang pria yang telah tertembak di lokasi. Korban kemudian meninggal dunia di rumah sakit.

Jaksa Swedia, Rasmus Oman, pada Kamis (30/1) mengonfirmasi bahwa kepolisian telah menangkap lima orang yang diduga terkait dengan peristiwa luar negeri tersebut.

“Kami masih dalam tahap awal penyelidikan dan banyak informasi yang masih dikumpulkan. Lima orang telah ditahan karena diduga terlibat dalam kejahatan ini,” ujar Oman, dikutip dari AFP.

Hingga kini, identitas pelaku penembakan masih belum terungkap, dan pihak berwenang terus melakukan investigasi untuk mengungkap motif serta latar belakang kejadian.

Latar Belakang Kontroversi Salwan Momika

Salwan Momika sebelumnya menjadi sorotan internasional karena aksinya membakar Al-Quran di Swedia.

Tindakannya memicu ketegangan diplomatik antara Swedia dan berbagai negara mayoritas Muslim.

Indonesia termasuk di antara negara-negara yang mengecam aksi tersebut.

Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya pada 2023 menilai tindakan Momika sebagai hal yang melukai perasaan umat Islam dan tidak dapat dibenarkan.

Selain aksi pembakaran Al-Quran, Momika juga menghadapi masalah hukum di Swedia.

Pada Agustus 2024, pengadilan di Stockholm mendakwa dirinya dan seorang rekannya, Najeem, atas tuduhan penghasutan terhadap kelompok etnis.

Tindakan tersebut disebut terjadi dalam empat kesempatan selama musim panas 2023.

Sesuai jadwal, pengadilan seharusnya menjatuhkan vonis terhadap Momika pada Kamis (30/1). Namun, putusan itu ditunda hingga 3 Februari lantaran terdakwa telah meninggal dunia.

Baca Juga:  Rekor! Arab Saudi Catat Jumlah Jamaah Umrah Harian Terbanyak, Tembus 500 Ribu

Status Hukum dan Upaya Deportasi

Sebelumnya, otoritas imigrasi Swedia sempat berupaya mendeportasi Salwan Momika.

Langkah ini diambil setelah ditemukan informasi palsu dalam permohonan kependudukannya.

Namun, rencana tersebut batal karena ada kekhawatiran terhadap keselamatannya jika dipulangkan ke Irak.

Momika diketahui merupakan pengungsi asal Irak yang beragama Kristen, meskipun dalam beberapa kesempatan ia mengaku sebagai ateis.

Dia mengklaim bahwa aksi pembakaran Al-Quran adalah bentuk protes terhadap institusi agama Islam.

Aksi-aksi yang dilakukan Salwan Momika telah menimbulkan reaksi keras dari berbagai negara, terutama negara-negara dengan populasi Muslim yang besar.

Pembakaran Al-Quran yang dilakukannya di Swedia memicu ketegangan diplomatik dan protes dari berbagai pihak.

Saat ini, kepolisian Swedia masih terus menyelidiki kasus penembakan tersebut, termasuk mengidentifikasi pelaku dan motifnya.

Lima orang yang telah ditangkap sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga terus mengumpulkan bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap lebih banyak informasi terkait insiden tersebut.

"מחבר תוכן מרתק בכל הפלטפורמות, יוצר יצירות ייחודיות, מותאמות SEO ואנושיות שמעניקות השראה, מידע וחיבור."

Trending