Berita
Ibu Muda di Bangkalan Tewas Gantung Diri Tinggalkan Suarat Wasiat: “Ayah I Love You Maaf”
Ibu berinisial NS (26) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Bangkalan, Madura. Polisi menemukan surat wasiat yang berisi permintaan maaf.
MPN Indonesia 4 Februari 2025 - Seorang ibu muda berinisial NS (26) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya yang terletak di Desa Dlambah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu (1/2) sekitar pukul 11.30 WIB.
Peristiwa ini terjadi saat suami korban, AK (26), sedang bekerja.
Kronologi Kejadian
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, mengungkapkan bahwa kejadian ini pertama kali diketahui oleh suami korban.
AK sempat mengirim pesan WhatsApp kepada istrinya pada pukul 09.00 WIB, namun tidak mendapatkan balasan.
Ketika pulang ke rumah sekitar pukul 11.30 WIB, ia menemukan istrinya sudah dalam keadaan tergantung di dalam rumah dengan menggunakan selendang.
“Lalu suami korban pulang ke rumahnya menemukan isterinya sudah meninggal gantung diri di dalam rumah. Korban memakai selendang untuk gantung diri,” ujar Hafid, Sabtu (1/2).
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan suaminya, sebelum kejadian tidak ada pertengkaran atau perselisihan di antara mereka.
Dugaan Penyebab dan Barang Bukti
Pihak kepolisian menduga korban mengakhiri hidupnya karena tekanan hidup yang dialami. Dugaan ini diperkuat dengan surat wasiat yang ditemukan di lokasi kejadian.
Surat tersebut ditulis tangan pada selembar kertas dalam sebuah buku yang ditemukan di kamar korban.
Selain surat wasiat, polisi juga mengamankan barang bukti berupa selembar kain sarung serta kursi yang diduga digunakan korban sebagai pijakan sebelum melakukan aksi bunuh diri.
Isi Surat Wasiat
Dalam surat yang ditinggalkan, NS menyampaikan permintaan maaf kepada suaminya, orang tua, serta anaknya yang masih berusia tiga tahun.
Ia menulis bahwa dirinya merasa bukan wanita yang baik dan kerap memberi beban serta kesusahan bagi keluarganya.
“Ayah… Aku minta maaf. Aku tidak bisa menjadi wanita surgamu, aku bukan wanita yang baik. Selalu memberi beban dan kesusahan. Sekarang Ayah bebas kok tanpa penekanan dari aku. Aku titip Asyraf ya. Mungkin setelah aku pergi, Asyraf bisa jadi anak yang lebih baik. Maaf gak bisa sama-sama kayak dulu lagi. Aku harus pergi jauh. Cukup doakan aku tenang di dunia yang selanjutnya.”
Di akhir suratnya, korban menuliskan permintaan agar suaminya menyampaikan salam kepada anak mereka saat sudah besar.
“Nanti kalau Asyraf sudah gede, titip salam ya, ketemuan di akhirat 5 menit saja.”
Surat itu ditutup dengan kalimat:
“Ayah, I love you. Maaf.”
Proses Evakuasi dan Pemakaman
Setelah proses identifikasi oleh pihak kepolisian, jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Suami korban memastikan bahwa anak mereka tidak berada di rumah saat kejadian berlangsung.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Hingga saat ini, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan keterlibatan pihak lain dalam kejadian ini.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
