Film
Perdana Tayang, Film A Business Proposal Cuma Raup 7 Ribu Penonton, Efek Blunder Abidzar?
Film A Business Proposal yang dibintangi Abidzar Al-Ghifari dan Ariel Tatum gagal menarik banyak penonton pada hari pertama tayang.
MPN Indonesia 8 Februari 2025 - Film A Business Proposal, resmi tayang di bioskop Indonesia pada Kamis (6/2).
Namun, film yang dibintangi Abidzar Al-Ghifari dan Ariel Tatum ini gagal menarik banyak penonton pada hari pertama penayangannya.
Berdasarkan data dari situs Cinepoint, film drama Indonesia ini hanya mampu meraih 6.894 penonton di hari perdana.
Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan film lain yang tayang bersamaan, seperti Petaka Gunung Gede yang meraih 148.970 penonton, serta Perayaan Mati Rasa dan Pengantin Iblis yang masing-masing memperoleh 74.372 dan 39.117 penonton.
Kontroversi Abidzar dan Seruan Boikot
Minimnya jumlah penonton A Business Proposal diduga dipengaruhi oleh kontroversi yang melibatkan Abidzar Al-Ghifari.
Dalam sebuah wawancara promosi, Abidzar mengaku tidak menonton versi drama Korea dari webtoon ini secara penuh, hanya menyaksikan satu episode untuk menghindari kemiripan dalam pengembangan karakter.
Pernyataan tersebut menuai reaksi negatif dari penggemar drama Korea, yang menilai sikap Abidzar kurang menghargai sumber asli.
Situasi semakin memanas ketika Abidzar merespons kritik dengan menyebut bahwa penggemar drama Korea terlalu fanatik dan rasis, serta menegaskan bahwa ia tidak membutuhkan mereka sebagai penonton.
Pernyataan ini memicu seruan boikot terhadap A Business Proposal di media sosial.
Sepinya Bioskop dan Reaksi Warganet
Sejak penayangan perdana, banyak warganet melaporkan bahwa bioskop yang menayangkan A Business Proposal terlihat sepi.
Sebuah akun film di platform X @WatchmenID mencuit, “Ya, ternyata sengaruh itu gaes,” merujuk pada minimnya jumlah penonton.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet yang membagikan tangkapan layar situs penjualan tiket online sebagai bukti.
“Di Semarang dari 7 bioskop XXI, yang ada penontonnya cuma 2 bioskop, yang lainnya kosong wkwk, ini di jam tayang 18.45 ya,” tulis komentar dari akun @dia***.
Komentar serupa juga datang dari pengguna lain yang menyebut bahwa di Malang hanya ada dua bioskop yang menayangkan film tersebut, sementara di Tangerang hanya satu bioskop yang memutarnya.
Falcon Pictures Berupaya Meredam Polemik
Melihat situasi ini, Falcon Pictures sebagai rumah produksi mencoba meredakan polemik dengan merilis surat terbuka.
Mereka menegaskan bahwa proses adaptasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tetap menghormati materi asli.
Namun, upaya ini tampaknya belum cukup untuk meredam kritik yang beredar di media sosial.
Sebelum film dirilis, Abidzar juga telah menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya.
Meski begitu, publik yang sudah terlanjur kecewa tetap menunjukkan respons negatif, yang berimbas pada minimnya jumlah penonton di hari pertama.
Dengan raihan kurang dari 7.000 penonton di hari pertama, masa depan A Business Proposal di bioskop Indonesia masih belum bisa dipastikan.
Tren penjualan tiket di hari-hari berikutnya akan menentukan apakah film ini dapat bertahan lebih lama atau akan turun layar lebih cepat dari yang diharapkan.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya

