Connect with us

Politik

Menko Airlangga Sebut Ratifikasi Konvensi Antisuap sebagai Syarat Penting bagi Indonesia

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya ratifikasi konvensi antisuap sebagai syarat utama Indonesia untuk bergabung dengan OECD.

Actress 1299250

Published

on

Menko Airlangga Sebut Ratifikasi Konvensi Antisuap Sebagai Syarat Penting Bagi Indonesia
Menko Airlangga Sebut Ratifikasi Konvensi Antisuap sebagai Syarat Penting bagi Indonesia. Gambar: Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

MPN Indonesia 11 Februari 2025 - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya ratifikasi konvensi antisuap sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk bergabung dengan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Pernyataan ini disampaikan dalam Workshop dan Technical Discussion Support Indonesia in Fighting Foreign Bribery: Towards Accession OECD Anti-Bribery Convention yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Senin (10/2).

Pentingnya Konvensi Antisuap bagi Perekonomian

Dalam sambutannya, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ratifikasi ini merupakan salah satu dari 24 syarat utama bagi Indonesia untuk bergabung dengan OECD.

Ia menekankan bahwa konvensi antisuap akan melengkapi Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang telah berlaku di Indonesia.

Menurutnya, ratifikasi ini akan memperluas cakupan pemberantasan kasus korupsi, tidak hanya yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga di sektor swasta.

Langkah ini dinilai krusial dalam menciptakan iklim investasi yang lebih transparan dan adil, baik di tingkat domestik maupun internasional.

“Hampir dalam semua perjanjian multilateral, fair and transparency menjadi pilar utama. Sehingga, dengan konvensi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi ekonomi yang lebih baik,” ujar Menteri Ekonomi tersebut.

Selain itu, Airlangga Hartarto juga menekankan bahwa bergabung dengan OECD di tengah ketidakpastian global saat ini akan membantu Indonesia memperkuat hubungan dengan negara-negara di Asia Pasifik, termasuk ASEAN dan Jepang.

Langkah Persiapan Indonesia Menuju Keanggotaan OECD

Dalam rangka memenuhi persyaratan OECD, Indonesia saat ini tengah menyusun inisial memorandum, yang mencakup 32 bab dengan 239 instrumen hukum yang ada di OECD.

Baca Juga:  Uya Kuya Akhirnya Muncul ke Publik Usai Rumah Dijarah, Temui Pelaku di Polres Jaktim

Dokumen ini akan menjadi dasar dalam menyesuaikan regulasi Indonesia dengan standar yang diterapkan oleh organisasi tersebut.

“Inisial memorandum ini ditargetkan selesai pada Maret 2025 sebelum dibahas dalam pertemuan Dewan Menteri OECD pada Juni 2025,” ungkap Airlangga Hartarto.

Ia juga menyampaikan bahwa pada minggu ketiga Maret 2025 akan ada pertemuan tingkat menteri khusus terkait antikorupsi.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga berharap Menteri Koordinator Hukum dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat hadir sebagai bentuk keseriusan Indonesia dalam proses aksesi OECD.

Tantangan dan Target Penyelesaian

Proses aksesi ke OECD ditargetkan dapat diselesaikan dalam tiga hingga empat tahun.

Airlangga Hartarto menyebut bahwa beberapa negara memerlukan waktu lebih lama untuk bergabung dengan OECD, tetapi Indonesia akan memanfaatkan pengalaman sebelumnya, seperti dengan penerapan Omnibus Law, guna mempercepat proses harmonisasi regulasi.

Ratifikasi konvensi antisuap diharapkan dapat memperkuat sistem hukum dan kriminal di Indonesia dalam menangani kasus korupsi, suap dan gratifikasi.

Dengan demikian, keanggotaan Indonesia di OECD tidak hanya memperkuat posisi ekonomi negara tetapi juga memperlihatkan komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita8 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita15 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita40 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti48 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi56 minutes ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga1 hour ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga3 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral3 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga4 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Trending