Connect with us

Politik

40 Tokoh dan Menteri Akan Isi Acara Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang

Retreat Kepala Daerah 2025 di Akmil Magelang akan menghadirkan lebih dari 40 menteri dan mantan presiden sebagai pembicara untuk membekali pemimpin daerah.

Actress 1299250

Published

on

40 Tokoh Dan Menteri Akan Isi Acara Retreat Kepala Daerah Di Akmil Magelang
40 Tokoh dan Menteri Akan Isi Acara Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang. Gambar: Dok. Mojokerto.go.id

MPN Indonesia 17 Februari 2025 - Retreat kepala daerah akan berlangsung pada 21 Februari 2025 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan kenegaraan ini, sekitar 40 tokoh, termasuk para menteri di Kabinet Merah Putih dan mantan Presiden RI, dijadwalkan menjadi pembicara.

Pembekalan Kepala Daerah:

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa retreat ini bertujuan membekali kepala daerah dengan pemahaman mengenai pemerintahan.

Ia menekankan bahwa latar belakang kepala daerah terpilih sangat beragam, mulai dari pengusaha, budayawan, kiai, hingga selebriti, sehingga diperlukan pembekalan agar mereka memahami tugas pokok dan fungsi kepemimpinan daerah.

Fokus Materi

Retreat kepala daerah ini akan berlangsung selama tujuh hari dan menghadirkan lebih dari 40 menteri sebagai pembicara.

Materi yang disampaikan mencakup tugas pokok kepala daerah serta konsep Astacita, yang meliputi aspek ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan.

“Yang pertama adalah tugas pokok dari kepala daerah. Kepala daerah ini nggak semua latar belakangnya sama, nggak semua punya pemahaman politik pemerintahan. Ada yang latar belakangnya pengusaha, budayawan, kiai, selebriti. Ini wajib, dulu kami, kepala daerah juga begitu. Satu bulan di Lemhannas, dua minggu juga di Kemendagri lama,” ujar Bima Arya di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Minggu (16/2).

Selain itu, retreat ini juga menyoroti aspek pengelolaan anggaran, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai Rp3.600 triliun dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1.300 triliun.

Bima Arya menegaskan bahwa pengelolaan anggaran memerlukan pengawasan serius agar uang rakyat dapat digunakan secara efektif dan transparan.

Baca Juga:  Prabowo Panggil Eks Menteri Perhubungan ke Istana Negara, Ini yang Dibahas

“Kita berbicara tentang mengelola APBN Rp 3.600 triliun dari pusat, kemudian ada Rp 1.300 triliun APBD. Untuk mengawal itu perlu serius, teman-teman kepala daerah perlu mengawal uang rakyat tadi. Makanya nanti ada KPK, kepolisian, BPK, BPKP untuk mengawal itu,” jelasnya.

Membangun Koordinasi dan Ketahanan Nasional

Selain aspek teknis pemerintahan, retreat kepala daerah juga bertujuan membangun koordinasi dan kerja sama, baik antarkepala daerah maupun antara kepala daerah dan pemerintah pusat.

Bima Arya menekankan bahwa interaksi langsung dalam forum ini penting untuk membangun chemistry dan emotional bonding, sesuatu yang tidak bisa dilakukan secara virtual.

“Ini yang enggak bisa pakai Zoom, membangun chemistry, emotional bonding,” ungkapnya.

Retreat ini juga akan membahas ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan.

Kepala daerah diharapkan berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kebangsaan.

“Juga ada materi-materi tentang ketahanan nasional, wawasan kebangsaan. Teman-teman kepala daerah harus menjadi garda terdepan, sebagai pemersatu, sebagai tokoh-tokoh nasionalis,” tambahnya.

Kehadiran Mantan Presiden dan Menteri sebagai Pembicara

Dalam retreat ini, selain para menteri, mantan Presiden RI juga dijadwalkan menjadi pembicara. Namun, Bima Arya belum mengonfirmasi nama-nama yang akan hadir.

“Ada mantan presiden akan berbicara, nantilah kita lihat. Ya kita berharap, tentu yang memungkinkan berbicara, ya berbicara,” ujarnya.

Trending