Connect with us

Peristiwa

Siswa SMK di Bandung Barat Tewas Usai Diduga Lakukan Adegan Bunuh Diri Saat Pentas Seni

Seorang siswa kelas XII SMK Dharma Pertiwi di Padalarang meninggal dunia akibat luka tusuk saat pentas seni bertema kenakalan remaja.

Actress 1299250

Published

on

Siswa Smk Di Bandung Barat Tewas Usai Diduga Adegan Bunuh Diri Saat Pentas Seni
Siswa SMK di Bandung Barat Tewas Usai Diduga Adegan Bunuh Diri Saat Pentas Seni. Gambar: Dok. Polsek Padalarang

MPN Indonesia 23 Februari 2025 - Seorang siswa kelas XII SMK Dharma Pertiwi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, berinisial MDR (17), meninggal dunia saat mengikuti pentas seni di sekolahnya pada Kamis (20/2).

MDR mengalami luka tusukan benda tajam saat memerankan adegan dalam drama bertema kenakalan remaja.

Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto, mengonfirmasi kejadian ini dan menyebut korban sempat berjalan sempoyongan sebelum akhirnya terjatuh dan meninggal di lokasi kejadian.

Saksi mata awalnya mengira adegan tersebut merupakan bagian dari pertunjukan, sehingga tidak langsung menyadari bahaya yang terjadi.

Polisi Selidiki Kronologi Kejadian

Pihak kepolisian masih menyelidiki insiden ini dengan memeriksa tiga saksi yang berada di tempat kejadian.

AKBP Tri Suhartanto mengatakan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kronologi kejadian dan penyebab pasti kematian korban.

“Saat itu sedang berlangsung pagelaran seni, dan saksi awal mengira adegan tersebut bagian dari drama. Namun, korban kemudian berdiri, berjalan sempoyongan, lalu terjatuh,” ujar Tri di DPRD Kota Cimahi dilansir dari Detik.com pada Kamis (20/2).

Dalam drama tersebut, MDR berperan sebagai seorang wanita hamil akibat kenakalan remaja.

Di salah satu adegan, ia melakukan peragaan bunuh diri menggunakan properti berupa gunting.

Diduga, benda tersebut secara tidak sengaja menembus perutnya dan menyebabkan luka fatal.

Sekolah Mengaku Kecolongan

Pihak SMK Dharma Pertiwi mengakui tidak mengetahui adanya penggunaan benda tajam dalam pertunjukan tersebut.

Humas sekolah, Ridwan, menyatakan bahwa properti yang digunakan dalam pentas seni umumnya diawasi oleh guru mata pelajaran terkait, tetapi gunting yang dipakai dalam adegan tersebut luput dari pengecekan.

Baca Juga:  Viral! Ibu Hamil Melahirkan di Dalam KRL Tanah Abang-Rangkasbitung

“Kami sudah mengawasi properti yang dipakai dalam pertunjukan drama ini. Namun, gunting yang digunakan MDR ternyata tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal,” kata Ridwan pada Jumat (21/2).

Ia juga menegaskan bahwa sekolah melarang siswa membawa benda tajam ke lingkungan sekolah dan telah menerapkan razia secara berkala.

“Untuk benda runcing, benda tajam, sekolah tidak memperbolehkan siswa membawa senjata atau benda tajam ke sekolah. Karena kita ada razia dari sekolah setiap harinya,” dilansir dari Tribunnews.

Barang Bukti Diamankan

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait insiden ini, termasuk benda tajam yang digunakan dalam pentas seni.

“Sejumlah properti yang digunakan dalam pertunjukan telah diamankan sebagai bagian dari penyelidikan. Kami akan mendalami lebih lanjut bagaimana insiden ini bisa terjadi,” ujar AKBP Tri Suhartanto.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan pihak sekolah untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa ini.

(AKM/NID/RAD)

Trending