Connect with us

Berita

Sidak di Pasar Gede Solo, Menteri Pertanian Temukan Minyakita yang Tak Sesuai Takaran

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran melakukan sidak di Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, pada Selasa pagi (11/3).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 13t145338.189
Menteri Pertanian Andi Amran sidak ke Pasar Gede, Solo, Selasa (11/3) | Gambar: Kementerian Pertanian

MPN Indonesia 13 Maret 2025 - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, pada Selasa pagi (11/3).

Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan serta kualitas bahan pangan, khususnya minyak goreng bersubsidi Minyakita.

Dalam inspeksi tersebut, Amran menemukan adanya ketidaksesuaian takaran minyak dalam kemasan botol yang seharusnya berisi 1 liter, tetapi hanya 900 mililiter.

Harga Sesuai HET, Takaran Masih Bermasalah

Meskipun harga Minyakita sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter, temuan terkait volume minyak yang berkurang masih menjadi perhatian utama.

Dua produsen minyak goreng teridentifikasi melakukan praktik pengurangan takaran.

Minyakita produksi PT Kusuma Mukti Remaja diketahui hanya berisi 900 mililiter, sementara produksi PT Salim Ivomas Pratama volumenya berkurang sekitar 50 mililiter dari seharusnya.

Menanggapi hal ini, Amran menegaskan bahwa praktik tersebut tidak bisa dibiarkan, meskipun ada peningkatan dibandingkan temuan sebelumnya, di mana volume yang berkurang bisa mencapai 25 persen.

“Kesadaran memang mulai meningkat. Kemarin kita temukan ada yang kurang 25 persen, sekarang tinggal 5-10 persen,” ujar Amran.

“Tapi ini tetap harus diperbaiki. Satgas Pangan harus telusuri kenapa masih ada pengurangan takaran ini. Kita akan tindaklanjuti agar tidak ada lagi praktik seperti ini,” imbuhnya.

Pemerintah akan Menindaklanjuti Temuan

Amran meminta Satgas Pangan untuk menelusuri lebih lanjut praktik pengurangan takaran ini hingga ke tingkat produsen.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi minyak goreng bersubsidi agar masyarakat mendapatkan haknya secara penuh.

Baca Juga:  Viral! Pria di Purworejo Selamatkan Wisatawan Terseret Ombak Pakai Alat Pancing

“Minyak goreng ini kebutuhan pokok. Jangan sampai ada yang mengambil kesempatan dalam situasi ini, apalagi di bulan Ramadan,” ujar Amran.

“Pemerintah akan terus melakukan sidak, memastikan takaran sesuai, harga stabil, dan tidak ada yang dirugikan,” lanjutnya.

Imbauan untuk Produsen dan Pedagang

Selain itu, Amran juga mengimbau agar produsen dan pedagang tidak melakukan kecurangan dalam menjual bahan pangan.

Ia menekankan pentingnya berjualan dengan jujur dan tidak merugikan konsumen.

“Ayo kita ciptakan kedamaian dan kebahagiaan di bulan suci Ramadan ini. Kita cari amal sebanyak-banyaknya, menjual sesuai HET dan volumenya sama. Tentu akan mendapatkan pahala. Nah kalau kurang, itu mendapatkan dosa,” ujar Amran.

(AKM/NID/RAD)

Trending