Connect with us

Otomotif

Penjualan Mobil Nasional Meningkat 16,7%, Kok Bisa?

Penjualan mobil nasional Februari 2025 menaik 16,7% dan mencapai 72.295 unit.

Logompn

Published

on

Penjualan mobil nasional meningkat 16,7%, kok bisa
Penjualan mobil nasional Februari 2025 melonjak 16,7% meski ada kenaikan PPN. Gambar : Dok. IIMS

MPN Indonesia 14 Maret 2025 - Penjualan mobil nasional pada Februari 2025 mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,7% dibanding Januari. 

Berdasarkan dari pemantauan MPN Indonesia dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total wholesales atau distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer mencapai 72.295 unit, meningkat dari 61.932 unit pada bulan sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi meskipun pemerintah telah menerapkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% sejak Januari. 

Namun, penundaan opsen pajak di beberapa daerah turut berkontribusi pada pertumbuhan penjualan.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Dibandingkan Februari 2024, wholesales meningkat tipis sebesar 2,2% dari sebelumnya 70.772 unit. 

Sementara itu, penjualan ritel atau distribusi dari dealer ke konsumen justru mengalami sedikit penurunan tahunan sebesar 0,8%, dari 70.420 unit pada Februari 2024 menjadi 69.872 unit tahun ini.

Meski demikian, secara bulanan, penjualan ritel meningkat 9,1% dibandingkan Januari yang tercatat sebanyak 64.029 unit.

Dalam periode dua bulan pertama 2025, total penjualan mobil nasional mencapai 134.227 unit. Namun, angka ini masih lebih rendah 4,5% dibanding periode Januari-Februari 2024 yang mencapai 140.530 unit.

Merek Mobil Terlaris di Indonesia

Toyota masih menjadi merek mobil terlaris di Indonesia, baik dari sisi wholesales maupun ritel. Berikut daftar 10 besar penjualan wholesales Februari 2025:

  • Toyota – 24.397 unit
  • Daihatsu – 11.959 unit
  • Honda – 8.757 unit
  • Mitsubishi Motors – 6.684 unit
  • Suzuki – 4.750 unit
  • Hyundai – 2.226 unit
  • Mitsubishi Fuso – 2.106 unit
  • Wuling – 1.935 unit
  • Isuzu – 1.903 unit
  • Hino – 1.567 unit
Baca Juga:  Kenapa Ban Kendaraan Berwarna Hitam? Intip Rahasianya!

Sedangkan dari sisi penjualan ritel, berikut daftar merek dengan penjualan tertinggi:

  • Toyota – 22.222 unit
  • Daihatsu – 12.501 unit
  • Honda – 7.754 unit
  • Mitsubishi Motors – 6.176 unit
  • Suzuki – 5.068 unit
  • Hyundai – 2.153 unit
  • Hino – 1.967 unit
  • Mitsubishi Fuso – 2.147 unit
  • Isuzu – 2.149 unit
  • Wuling – 2.033 unit

Merek non-Jepang seperti Hyundai, Wuling, dan BYD masih bersaing di pasar otomotif nasional, meskipun belum mampu menggeser dominasi merek-merek Jepang.

Tantangan dan Kebijakan Industri Otomotif

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong Agen Pemegang Merek (APM) untuk menurunkan harga jual mobil nasional guna mendorong pemulihan pasar.

Pemerintah juga berencana menerbitkan kebijakan tambahan untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif.

Pada 2024, penjualan mobil nasional turun 13,9%, berdampak pada penurunan ekonomi dengan efek backward linkage sebesar Rp5,4 triliun dan forward linkage Rp4,6 triliun.

Gaikindo menargetkan total penjualan mobil nasional pada 2025 mencapai 900.000 unit, dengan mempertimbangkan dinamika daya beli masyarakat serta penyesuaian harga akibat opsen pajak.

Prospek Penjualan Mobil di 2025

Meskipun penjualan mobil nasional mengalami peningkatan pada Februari 2025, tantangan daya beli dan kebijakan pajak tetap menjadi faktor yang mempengaruhi industri otomotif.

Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan pasar, termasuk melalui kebijakan harga dan insentif bagi konsumen.

Dengan tren yang ada, pencapaian target 900.000 unit masih memerlukan strategi tambahan agar industri otomotif tetap tumbuh di tengah dinamika pasar.

 (AKM/NID/RAD)

Trending