Entertainment
Penuhi Panggilan Polisi, Doktif Bawa Bukti Ini untuk Ungkap Pelanggaran Skincare Richard Lee
Doktif penuhi panggilan pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Selatan terkait laporan yang diajukan Richard Lee.
MPN Indonesia 18 Maret 2025 - Dokter Detektif alias Doktif penuhi panggilan pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Selatan terkait laporan yang diajukan oleh Richard Lee.
Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen, yang dilaporkan oleh Richard Lee pada 10 Februari lalu.
Laporan ini bermula dari unggahan Doktif di TikTok yang dianggap merendahkan produk kecantikan Richard Lee, terutama suplemen White Tomato.
Sebelumnya, Richard Lee telah memberikan keterangan kepada penyidik pada 12 Februari dan menyerahkan bukti terkait laporan tersebut.
Jawab 20 Pertanyaan Penyidik
Dalam pemeriksaan yang berlangsung pada Senin (17/3), Doktif mendapat sekitar 20 pertanyaan dari penyidik terkait unggahannya mengenai White Tomato.
Kuasa hukumnya, Haryadi Harding membenarkan jumlah pertanyaan tersebut.
“Sekitar 20-an mungkin ya,” ujar Haryadi Harding kepada MPN Indonesia.
Selain memberikan keterangan, Doktif juga membawa bukti untuk membantah tuduhan bahwa ia merendahkan produk kecantikan milik Richard Lee.
Menurutnya, unggahan yang dibuat didasarkan pada fakta yang dirilis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Bukti yang Dibawa Doktif
Doktif menjelaskan bahwa permasalahan bermula dari klaim White Tomato, yang menurutnya tidak sesuai dengan kandungan sebenarnya.
Ia mengutip rilis resmi BPOM yang menyebutkan bahwa produk tersebut tidak memiliki ekstrak tomat putih, meskipun dalam iklan diklaim mengandung bahan tersebut.
“Ini ada rilis dari BPOM, yang menunjukkan bahwa produk White Tomato tidak pernah ada kandungan tomat putih. Jadi, kalau Doktif menyebutnya ya ini bohong atau menipu,” jelasnya.
Tak hanya soal kandungan, Doktif juga menyoroti metode pemasaran yang digunakan.
Ia menuding harga produk tersebut naik signifikan setelah ditambahkan label atau stiker yang mengklaim adanya ekstrak tomat putih.
“Produk ini setara dengan produk yang dijual di pasaran dengan harga Rp300 ribu. Sementara dengan menempelkan stiker, maka harganya jadi Rp1,5 juta,” papar Doktif.
Menurutnya, BPOM menemukan lima dugaan pelanggaran terkait produk tersebut, namun ia tidak merinci lebih lanjut mengenai empat pelanggaran lainnya.
“Di sini ada lima pelanggaran yang sudah dilakukan. Jadi nggak cuma iklan, sama pasang stiker sendiri,” ujarnya.
Sampaikan Pesan ke Richard Lee
Doktif berharap Richard Lee dapat mengakui kesalahannya apabila laporan yang diajukannya tidak terbukti.
Ia juga meminta agar Richard Lee tidak menggiring opini publik terkait permasalahan ini.
“Jangan lagi berlagak seperti amnesia. Kamu selalu menyebar iklan bahwa suplemen kamu mengandung ekstrak tomat putih,” kata Doktif.
Lebih lanjut, Doktif mengingatkan Richard Lee untuk fokus menghadapi proses hukum lainnya.
Sebelumnya, pada Januari lalu, Doktif telah lebih dulu melaporkan Richard Lee ke Polda Metro Jaya dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) atas dugaan pelanggaran kode etik dalam penjualan produk kecantikan.
“Kamu fokus saja ke laporan Doktif di Polda Metro Jaya. Jangan menggiring opini ke masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa dalam waktu dekat, dr. Richard Lee akan dipanggil penyidik Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi atas laporan tersebut.
“Jadi, Doktif mohon, silakan kooperatif dengan panggilan Polda Metro Jaya. Dalam waktu dekat, Insyaallah beliau akan dipanggil untuk mempertanggungjawabkan produk yang sudah dia jual,” ujarnya.
Doktif Sebut Produk Richard Lee Banyak yang Bermasalah
Doktif menegaskan bahwa kasus White Tomato bukan satu-satunya dugaan pelanggaran dalam produk kecantikan yang dijual oleh Richard Lee.
Ia mengklaim masih ada beberapa produk lain yang diduga bermasalah.
“Masih ada beberapa produk lain yang diduga juga melakukan pelanggaran,” ungkapnya.
(ELG/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya

