Connect with us

Ekonomi

Sepi Pengunjung, Penyewa Tenant Bandara Halim Perdanakusuma Curhat Omzet Anjlok

Penyewa tenant di Bandara Halim Perdanakusuma mengeluhkan omzet turun akibat berkurangnya penumpang, kenaikan biaya sewa, serta fasilitas yang kurang memadai.

Logompn

Published

on

Sepi pengunjung, penyewa tenant bandara halim perdanakusuma curhat omzet anjlok
Sepi Pengunjung, Penyewa Tenant Bandara Halim Perdanakusuma Curhat Omzet Anjlok. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 20 Maret 2025 - Sejumlah penyewa tenant di Bandara Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, mengeluhkan penurunan omzet akibat berkurangnya jumlah penumpang.

Kondisi ini semakin terasa menjelang libur Idulfitri 1446 Hijriah, dengan beberapa penyewa terpaksa mengurangi jumlah pegawai guna menekan biaya operasional.

Hanna, salah satu penyewa tenant, menyatakan bahwa penurunan jumlah pembeli telah terjadi sejak lama, bukan hanya selama bulan Ramadan.

Ia memperkirakan omzet usahanya turun hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya.

“Penurunan jumlah pembeli ini sudah lama, dan bukan karena bulan puasa. Jauh sebelum bulan puasa juga sudah turun, 50 persen lah turunnya,” kata Hanna kepada MPN Indonesia di Jakarta Timur, Selasa (18/3).

Menurut Hanna, faktor utama penyebab turunnya omzet adalah berkurangnya jumlah penumpang yang bepergian melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Kondisi ini berbeda dengan sebelumnya, ketika bandara masih ramai dan tenant mendapatkan banyak pelanggan.

Kenaikan Biaya Sewa dan Minimnya Fasilitas

Hanna menambahkan bahwa saat ini hanya sedikit penumpang yang memilih bersantap di tempatnya, sementara biaya sewa tenant justru mengalami kenaikan.

Hal ini semakin memberatkan pelaku usaha di Bandara Halim Perdanakusuma.

“Dulu saat bandara masih dikelola AP (Angkasa Pura), penumpang banyak yang makan. Ibaratnya, untuk makan saja harus gantian, antre. Sekarang boro-boro ada yang datang makan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun Bandara Halim Perdanakusuma telah mengalami revitalisasi, jumlah penerbangan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Hal ini berdampak langsung pada jumlah penumpang dan tingkat kunjungan ke tenant.

Sejak pengelolaan bandara tidak lagi berada di bawah Angkasa Pura II, Hanna menilai bahwa pihak pengelola saat ini, PT ATS, belum memberikan solusi bagi para penyewa, meskipun keluhan sudah disampaikan selama dua tahun terakhir.

Baca Juga:  Viral! Pengantin Pria di Sulteng Dikeroyok Keluarga Istri, Diduga karena Mahal Kecil

“Kami diminta bayar sewa tepat waktu, kalau tidak diberi sanksi. Tapi penumpang setiap hari nggak ada, pernah satu hari kami hanya dapat uang Rp200 ribu,” tuturnya.

Ia berharap Menteri BUMN Erick Thohir dapat memberikan perhatian terhadap permasalahan ini.

“Dahulu, penumpang yang datang itu untuk makan saja harus antre. Tapi sekarang, dari pagi sampai siang, ada satu pengunjung saja kami sudah bersyukur. Pak Erick Thohir, tolong perhatikan kami,” tambah Hanna.

Keluhan Lain: Fasilitas Kurang Memadai

Selain penurunan omzet, sejumlah penyewa juga mengeluhkan kondisi fasilitas di Bandara Halim Perdanakusuma.

Evan, penyewa tenant lainnya, mencontohkan bahwa fasilitas pendingin ruangan di restoran cepat saji sempat mengalami kerusakan hingga enam bulan sebelum akhirnya diperbaiki oleh pengelola.

“Toiletnya mampet, sampai hari ini tak juga diperbaiki. Bahkan sebelumnya, kondisi AC yang rusak baru diperbaiki enam bulan berikutnya. Kalau begini terus, ya pasti pembeli akan kabur,” ungkap Evan.

Menurutnya, kondisi fasilitas yang kurang terawat turut berkontribusi terhadap berkurangnya jumlah pengunjung di tenant-tenant bandara.

Respons Pengelola Bandara

Menanggapi keluhan para penyewa tenant, Humas Bandara Halim Perdanakusuma, Hikmat Aswan, mengaku baru mengetahui laporan tersebut.

Ia menyatakan akan menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan terhadap kebenaran laporan yang disampaikan oleh para penyewa.

“Laporan ini perlu dicek dulu sumber dan faktanya, saya baru dengar ini,” ujar Hikmat.

Dengan kondisi ini, para penyewa tenant berharap ada perbaikan dalam pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma agar jumlah penumpang kembali meningkat dan usaha mereka dapat bertahan.

(AKM/NID/RAD)

Trending