Politik
Dedi Mulyadi: Jangan Layani Permintaan THR dari Ormas, Laporkan Jika Ada Intimidasi
MPN Indonesia 22 Maret 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta seluruh pimpinan lembaga pemerintah, swasta, dan bisnis di wilayahnya untuk tidak menanggapi permintaan tunjangan hari raya (THR) dari organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menjelang Lebaran Idulfitri.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Kamis (20/3), sebagai respons terhadap maraknya permintaan THR dalam bentuk surat dari berbagai kelompok.
“Kepada seluruh pimpinan lembaga pemerintah, bisnis, atau swasta di seluruh Provinsi Jabar. Saya paham hari ini banyak surat-surat THR dari berbagai kelompok. Apakah ormas atau LSM yang meminta THR. Saya minta abaikan saja, tak usah diberi,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia melalui unggahan Instagram, pada Sabtu (22/3).
Dedi juga menegaskan bahwa pihak kepolisian di Jawa Barat telah bersiap untuk menindak tegas pihak-pihak yang melakukan intimidasi terkait permintaan THR.
Ia meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengalami tekanan atau ancaman dari pihak tertentu.
“Jika mereka [ormas] melakukan intimidasi, laporkan saja,” tambahnya.
Polisi Siap Bertindak terhadap Intimidasi oleh Ormas dan LSM
Dedi Mulyadi menyebut bahwa tindakan tegas terhadap kelompok yang mengganggu keamanan dan investasi telah dilakukan di salah satu daerah di Jawa Barat.
Meski tidak merinci lokasi pastinya, ia memastikan bahwa aparat telah bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dalam pernyataannya, Dedi juga mengapresiasi aksi seorang satpam di Kota Bekasi yang menolak memberikan THR kepada individu yang mengaku sebagai ‘jagoan’ dan meminta uang dari perusahaan tempatnya bekerja.
Ia menilai keberanian tersebut sebagai contoh yang harus diikuti oleh seluruh petugas keamanan di Jawa Barat.
“Saya minta sekuriti di seluruh Provinsi Jabar untuk punya nyali yang sama. Kalau kita punya sikap yang sama, kalau kita kompak, Jabar aman, tertib, dan warga bahagia. Dan orang-orang yang hidupnya menggantungkan diri dari sikap premanisme tak akan mendapatkan tempat di Provinsi Jabar,” tegasnya.
Kronologi Kasus Pemalakan oleh Ormas di Bekasi
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pria yang mengaku sebagai ‘jagoan Cikiwul’ mendatangi sebuah perusahaan di Bekasi untuk meminta THR.
Dalam rekaman tersebut, tampak dua orang yang diduga berasal dari ormas terlibat adu mulut dengan petugas keamanan perusahaan.
Pria tersebut memaksa untuk bertemu dengan petinggi perusahaan guna menagih sejumlah uang.
Kasus ini terjadi pada Senin (17/3) dan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Bantargebang, Iptu Ahmad, mengonfirmasi bahwa kepolisian masih melacak keberadaan pelaku untuk mengetahui motif dan dasar tindakannya.
“Iya (diusut), dasar dia berbuat seperti itu apa. Kita cari di rumahnya enggak ada, kita lagi cari, masih diselidiki, anggota opsnal masih di lapangan, masih mencari,” ujar Ahmad pada Kamis (20/3).
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
