Connect with us

Kriminal

Sindikat ‘Fake BTS’ Dibongkar, WN China Incar Wilayah Ramai untuk Menipu

Bareskrim Polri ungkap sindikat fake BTS yang melibatkan WN China. Pelaku sebar SMS ilegal untuk penipuan bank, rugikan nasabah Rp289 juta.

Logompn

Published

on

Sindikat 'fake bts' dibongkar, wn china incar wilayah ramai untuk menipu
Sindikat 'Fake BTS' Dibongkar, WN China Incar Wilayah Ramai untuk Menipu. Gambar : Dokumentasi Humas Polri

MPN Indonesia 25 Maret 2025 - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan frekuensi radio oleh sindikat fake BTS yang melibatkan warga negara (WN) China.

Pengungkapan dilakukan setelah adanya laporan dari nasabah salah satu bank swasta yang mengalami kerugian akibat pesan singkat penipuan.

Para pelaku menggunakan metode fake base transceiver station (BTS) untuk menyebarkan SMS secara ilegal di area padat penduduk, terutama kawasan SCBD, Jakarta Selatan, hingga malam hari.

Modus Operandi Sindikat Fake BTS

Penyelidikan oleh Bareskrim mengidentifikasi dua tersangka utama berkewarganegaraan China dalam kasus ini.

Tersangka pertama, berinisial XY, tiba di Indonesia pada (18/2) dan langsung menerima arahan dari seseorang berinisial XL untuk mengoperasikan perangkat fake BTS.

Tersangka menjalankan aksinya dengan cara mengemudi berkeliling area ramai sambil membawa dan mengoperasikan peralatan elektronik dari dalam mobil.

“Dengan membawa 3 unit handphone, kemudian yang bersangkutan membuka perangkat elektronik yang ada di mobil dan meletakkan handphone di atas perangkat elektronik tersebut,” ujar Kepala Bareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, kepada wartawan dalam konferensi Pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (24/3).

Aktivitas ini dilakukan oleh tersangka hingga pukul 20.00 WIB setiap harinya.

Sementara itu, tersangka kedua berinisial YXC diketahui telah sering mengunjungi Indonesia sejak tahun 2021 dengan menggunakan visa turis.

YXC mengikuti arahan dari individu berinisial JGX, yang merupakan figur penting dalam jaringan sindikat fake BTS ini.

“Pengiriman SMS itu sudah diatur secara otomatis untuk disebarkan melalui alat yang dikendalikan oleh bos tersangka,” ungkap Komjen Wahyu.

Baca Juga:  Tak Mempan Dihajar, Maling Sepeda Langsung Tumbang Usai Cincin Akik di Jari Dicabut Warga

Peran YXC hanya mengemudikan kendaraan di wilayah ramai, sedangkan sistem pengiriman pesan dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak lain.

Target Penipuan dan Dampak Kerugian

Kasus kriminal ini terbongkar setelah adanya pengaduan dari nasabah sebuah bank swasta yang menerima SMS mencurigakan dan mengalami kerugian finansial.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa sebanyak 259 nasabah menerima pesan singkat dari sindikat fake BTS ini.

Sebanyak delapan di antaranya terpancing untuk melakukan transaksi melalui tautan yang telah disiapkan para pelaku.

Total kerugian yang dialami mencapai Rp289 juta. SMS penipuan tersebut dikirim secara massal dengan harapan korban mengakses tautan berbahaya yang mengarah pada tindakan penipuan finansial.

Keterlibatan WN China dalam Jaringan Penipuan

Kedua tersangka WN China yang ditangkap memiliki peran penting dalam pelaksanaan operasi fake BTS di Indonesia.

Tersangka XY dijanjikan kompensasi sebesar Rp22.500.000 per bulan oleh pihak pengarahnya, namun upah tersebut belum sepenuhnya diberikan.

“Namun, sampai saat ini belum semuanya diberikan kepada yang bersangkutan,” jelas Komjen Wahyu.

Baik XY maupun YXC tidak bekerja secara mandiri. Keduanya beroperasi berdasarkan instruksi dari tokoh sindikat yang belum sepenuhnya terungkap identitasnya.

Komjen Wahyu juga menegaskan bahwa seluruh sistem pengiriman SMS dilakukan secara otomatis dan dikendalikan oleh orang lain yang lebih tinggi dalam hierarki sindikat fake BTS.

Penegakan Hukum dan Langkah Lanjut

Bareskrim Polri terus melakukan pendalaman untuk menelusuri lebih jauh jaringan sindikat fake BTS yang diduga melibatkan lebih banyak pelaku, termasuk peran aktor intelektual yang mengarahkan operasi dari luar lapangan.

Tindakan hukum dan kriminal tegas diambil untuk menindak pelanggaran terhadap penggunaan ilegal frekuensi radio dan praktik penipuan digital yang telah merugikan masyarakat.

Baca Juga:  Mahasiswi Unpad jadi Korban Percobaan Begal, Dilindas saat Hendak Kabur

(AKM/NID/RAD)

Trending