Politik
Bela Palestina, Prabowo Puji Ketegasan Turki: “Banyak Negara Diam, Turki Tidak”
Dalam pidato kenegaraan di Turki, Presiden Prabowo tekankan solidaritas Indonesia-Turki untuk dukung Palestina.
MPN Indonesia 12 April 2025 - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya di luar negeri sebagai kepala negara pada (10/4) di hadapan Majelis Nasional Agung Turki di Ankara.
Dalam pidato tersebut, Prabowo menekankan pentingnya solidaritas antara Indonesia dan Turki, serta memuji sikap tegas Turki dalam membela Palestina di tengah krisis geopolitik global.
Pidato Kenegaraan Pertama di Luar Negeri
Prabowo Subianto memulai pidatonya dengan menyampaikan salam hangat dari 280 juta rakyat Indonesia kepada seluruh rakyat Turki. Ia menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan ini bukan sekadar agenda diplomatik, tetapi juga merupakan momen pribadi.
Menurut Prabowo, Turki memiliki tempat khusus di hati masyarakat Indonesia karena sejarah panjang hubungan kedua bangsa, khususnya dalam konteks peradaban Islam dan perjuangan kemerdekaan.
Presiden Prabowo menyebut bahwa Turki adalah penerus peradaban Ottoman, dan mengingatkan kembali kontribusi kekaisaran tersebut dalam mendukung perjuangan bangsa-bangsa Muslim, termasuk di wilayah Indonesia seperti Aceh dan Deli Serdang.
Apresiasi terhadap Ketegasan Turki Membela Palestina
Di tengah pidatonya, Prabowo Subianto secara tegas menyoroti kondisi dunia saat ini yang penuh ketidakpastian dan ketimpangan global. Ia menyatakan keprihatinan terhadap praktik penindasan yang dilakukan oleh negara-negara besar terhadap yang lebih lemah.
Menurut Prabowo, banyak negara yang berbicara mengenai demokrasi dan hak asasi manusia, namun memilih diam saat terjadi kekerasan terhadap warga sipil di Gaza, termasuk anak-anak dan perempuan.
Prabowo mengapresiasi sikap Turki yang, menurutnya, tetap konsisten dan tegas dalam membela rakyat Palestina.
“Banyak negara diam, pura-pura tidak tahu. Turki punya sikap yang tegas,” kata Prabowo di hadapan parlemen, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (12/4).
Prabowo Subianto menyatakan keinginan Indonesia untuk bersama Turki membela nilai-nilai keadilan dan kebenaran dalam dinamika politik internasional.
Kekaguman Pribadi terhadap Tokoh Sejarah Turki
Dalam pidatonya, Prabowo Subianto juga menyampaikan kekaguman pribadinya terhadap tokoh-tokoh sejarah Turki, seperti Mustafa Kemal Ataturk dan Mehmed Sang Penakluk. Ia mengungkapkan bahwa di kantor dan rumah dinasnya di Jakarta terdapat patung Mustafa Kemal Ataturk, yang menurutnya merupakan simbol kepemimpinan, keberanian, dan patriotisme.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa sosok Ataturk menjadi inspirasi sejak masa mudanya dan dianggap sebagai panutan tidak hanya oleh masyarakat Turki, tetapi juga oleh banyak negara di Global South yang tengah berjuang membangun kemandirian.
Arah Kerja Sama Strategis Indonesia – Turki
Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kerja sama erat antara Indonesia dan Turki. Ia menyebut bahwa kedua negara perlu tampil sebagai kekuatan yang mampu menyuarakan keadilan dan menciptakan keseimbangan dalam sistem politik internasional.
Dalam hal ini, kerja sama antara Indonesia dan Turki dipandang strategis untuk memperjuangkan hak-hak bangsa yang tertindas dan mengupayakan perdamaian global.
Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah menjalani transformasi besar di bidang ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Presiden mengungkapkan keinginannya untuk mempererat hubungan dengan Turki demi kesejahteraan rakyat kedua negara.
“Kalau kita bekerja sama, kalau kita sama-sama kuat, suara kita akan lebih didengar oleh seluruh dunia,” ujar Prabowo di akhir pidatonya.
Penegasan Posisi Indonesia dalam Politik Internasional
Pidato kenegaraan Prabowo Subianto di Ankara menunjukkan sikap Indonesia yang semakin aktif dalam memainkan peran di panggung politik internasional.
Dengan menyoroti isu Palestina dan menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan rakyat yang tertindas, Presiden menegaskan komitmen Indonesia terhadap nilai-nilai keadilan dan hak asasi manusia di tingkat global.
Pidato tersebut sekaligus menandai kedekatan diplomatik antara Indonesia dan Turki, serta memperkuat posisi kedua negara dalam menjawab tantangan geopolitik yang semakin kompleks.
Hubungan historis, nilai-nilai bersama, dan kepemimpinan strategis menjadi kunci utama kerja sama yang diharapkan mampu memberi dampak signifikan bagi perdamaian dunia.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
