Connect with us

Berita

Pengguna Jalan Sebut Infrastruktur Pejalan Kaki di Jakarta Dinilai Belum Merata

Pengguna transportasi publik nilai infrastruktur pejalan kaki di Jakarta belum merata, khususnya di luar pusat kota seperti Sudirman–Thamrin.

Logompn

Published

on

Pengguna jalan sebut infrastruktur pejalan kaki di jakarta dinilai belum merata
Pengguna Jalan Sebut Infrastruktur Pejalan Kaki di Jakarta Dinilai Belum Merata. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 April 2025 - Seorang pengguna transportasi umum yang bekerja di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) mengungkapkan bahwa infrastruktur bagi pejalan kaki di Jakarta dinilai belum merata.

Meskipun telah terjadi sejumlah perbaikan signifikan, terutama di pusat kota, akses menuju transportasi publik masih belum sepenuhnya ramah bagi pejalan kaki di wilayah lain.

Infrastruktur Pejalan Kaki di Pusat Kota Sudah Memadai

Pengguna transportasi umum tersebut, yang setiap hari menggunakan layanan TransJakarta dan Moda Raya Terpadu (MRT), menyatakan bahwa jalur pedestrian di kawasan Sudirman–Thamrin telah tertata rapi.

Elemen seperti trotoar yang lebar, pencahayaan yang memadai, serta jembatan penyeberangan orang (JPO) yang fungsional disebut sebagai peningkatan positif.

“Jalur pejalan kaki di pusat kota seperti Sudirman–Thamrin memang sudah tertata rapi, dengan trotoar lebar, pencahayaan yang bagus, dan adanya jembatan penyebrangan (JPO) yang cukup fungsional. Tapi begitu kita keluar dari area utama ke wilayah di luar Sudirman, kualitasnya langsung menurun,” ujar salah satu pengguna jalan yang tidak ingin disebutkan namanya kepada MPN Indonesia, pada Rabu (16/4).

Namun, situasi berubah drastis di luar kawasan pusat kota. Banyak jalur pedestrian dinilai sempit, rusak, dan sering digunakan sebagai tempat parkir motor.

Kondisi ini menjadi tantangan utama bagi generasi milenial yang ingin berjalan kaki karena dianggap kurang nyaman dan tidak aman.

Tantangan Konektivitas dari Permukiman

Dari sisi integrasi antar moda transportasi, sistem yang menghubungkan MRT dan TransJakarta dinilai sudah cukup baik.

Kemudahan berpindah moda serta sistem pembayaran yang terintegrasi dianggap sebagai langkah maju.

Baca Juga:  Beli Tiket BIGBANG Bisa Pakai PayLater dan Cicilan? Ini Metode Pembayarannya

Meski demikian, akses dari kawasan permukiman ke halte-halte utama masih menjadi hambatan signifikan.

“Kalau dari segi integrasi moda seperti MRT dan TJ saya rasa itu sudah cukup baik… Namun, justru integrasi menuju halte besar yang jauh dari perumahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan pentingnya pengembangan moda penghubung yang efisien dari kawasan tempat tinggal menuju simpul transportasi publik.

Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Belum Tercapai

Pembangunan infrastruktur pejalan kaki di Jakarta telah menunjukkan kemajuan, khususnya setelah adanya pembangunan MRT dan revitalisasi kawasan Sudirman–Dukuh Atas.

Namun, perbaikan ini dinilai masih terfokus di area bisnis dan belum merata menjangkau wilayah permukiman atau zona transisi.

“Kalau kita bicara soal kawasan pemukiman atau area transisi seperti Benhil, Setiabudi, sampai daerah Tebet, kondisi trotoarnya masih belum konsisten,” katanya.

Dalam pengamatannya, masih banyak jalur pejalan kaki yang tidak mendukung aksesibilitas pengguna seperti orang tua dengan stroller, pengguna kursi roda, maupun pejalan kaki jarak jauh.

Seruan Pemerataan Infrastruktur di Kawasan Permukiman

Pemerataan pembangunan infrastruktur pejalan kaki dianggap sebagai faktor krusial agar lebih banyak generasi milenial beralih ke transportasi umum.

Kawasan tempat tinggal seperti Kalibata, Pasar Minggu, dan Tebet disebut masih memiliki banyak kekurangan dari sisi fasilitas pedestrian.

“Jangan cuma fokus membangun trotoar bagus di pusat kota seperti Sudirman atau Dukuh Atas. Kawasan pemukiman dan wilayah penyangga juga harus mendapatkan perhatian yang sama,” ucapnya.

Ia juga menyebut perlunya tindakan nyata untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti parkir liar, keberadaan pedagang kaki lima di trotoar, dan kondisi jalan yang berlubang.

Pengalaman dan pandangan dari pengguna ini mencerminkan bahwa pemerataan infrastruktur di Jakarta masih menjadi pekerjaan rumah penting.

Baca Juga:  Tiang Monorel Terbengkalai Akan Dibongkar, DPRD DKI Dukung Langkah Gubernur Pramono

Peningkatan fasilitas pejalan kaki di kawasan permukiman dinilai menjadi kunci agar kota ini dapat lebih mendukung mobilitas warganya secara inklusif.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending