Connect with us

Internasional

Profil Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Dunia yang Wafat di Usia 88 Tahun

Paus Fransiskus wafat di Vatikan pada usia 88 tahun. Ia dikenang atas kepemimpinan progresif dan komitmennya pada nilai kemanusiaan dan dialog lintas agama.

Logompn

Published

on

Paus fransiskus, pemimpin umat katolik sedunia
Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sedunia. Gambar : Reuters/Guglielmo Mangiapane

MPN Indonesia 21 April 2025 - Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sedunia, meninggal dunia pada usia 88 tahun di Vatikan pada Senin pagi (21/4), pukul 07.35 waktu setempat.

Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh Kardinal Kevin Farrell melalui pernyataan video di saluran televisi Vatikan.

Kematian Paus Fransiskus menandai akhir dari kepemimpinannya yang dikenal membawa pendekatan progresif dan terbuka dalam menjalankan roda Gereja Katolik global.

Sebagai tokoh dan figur publik dunia, Paus Fransiskus selama masa kepausannya dikenal karena visinya yang inklusif, dorongannya untuk persaudaraan lintas agama, serta komitmennya dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Ia juga merupakan paus pertama dari luar Eropa dalam kurun waktu hampir 1.300 tahun terakhir, menjadikannya sosok bersejarah dalam sejarah panjang kepausan.

Profil Lengkap Paus Fransiskus

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi vatican.va, berikut adalah informasi profil Paus Fransiskus:

  • Nama Lengkap: Jorge Mario Bergoglio
  • Nama Kepausan: Paus Fransiskus
  • Tempat dan Tanggal Lahir: Buenos Aires, Argentina, 17 Desember 1936
  • Usia Saat Wafat: 88 tahun
  • Kebangsaan: Argentina
  • Keturunan: Italia
  • Posisi dalam Gereja: Uskup Roma, Pemimpin Gereja Katolik Dunia
  • Tanggal Pengangkatan sebagai Paus: 13 Maret 2013
  • Ordo Keagamaan: Jesuit (Society of Jesus)
  • Jabatan Sebelumnya: Kepala Ordo Jesuit Argentina (1973–1979)
  • Pengalaman Religius Kunci: Mendapat pengalaman pengakuan dosa yang mengubah hidup pada usia 16 tahun
  • Keluarga: Anak sulung dari lima bersaudara

Awal Kehidupan dan Perjalanan Religius

Paus Fransiskus dilahirkan dalam keluarga berdarah Italia yang bermigrasi ke Argentina.

Ia tumbuh dalam lingkungan yang erat dengan nilai-nilai kekeluargaan dan religius, salah satunya dibentuk oleh sosok neneknya.

Baca Juga:  Prabowo Ungkap Lebih Hormat kepada Pemulung-Tukang Becak daripada Koruptor

Cerita keluarga menyebutkan bahwa kakek dan neneknya selamat dari kecelakaan kapal mematikan dalam perjalanan migrasi mereka dari Italia ke Amerika Selatan.

Pada usia 16 tahun, pengalaman pribadi dalam pengakuan dosa mendorongnya untuk masuk seminari.

Tiga tahun kemudian, ia mulai menempuh pelatihan dalam ordo Jesuit, sebuah komunitas religius Katolik yang dikenal dengan karya misionarisnya.

Keahliannya dalam memimpin diakui sejak usia muda, dan pada tahun 1973, ia ditunjuk sebagai kepala Jesuit di Argentina, posisi yang dipegangnya selama enam tahun.

Kiprah Sebagai Paus

Pada tahun 2013, Jorge Mario Bergoglio resmi menjadi Uskup Roma dan menjabat sebagai Paus Fransiskus.

Dalam masa kepemimpinannya, ia dikenal luas sebagai tokoh dan figur publik yang menekankan inklusivitas, semangat persaudaraan antar umat manusia, serta kerja sama lintas agama.

“Marilah kita berdoa untuk seluruh dunia, agar tercipta semangat persaudaraan yang besar,” ucap Paus Fransiskus dari balkon Basilika Santo Petrus.

Kalimat tersebut menjadi cerminan visi kepausannya yang terus diperjuangkan hingga akhir hayatnya.

Sebagai Paus Fransiskus, ia dikenal aktif dalam membangun dialog lintas iman dan membela hak-hak kaum miskin dan terpinggirkan.

Kepemimpinannya yang terbuka menjadikannya sebagai figur penting di tengah dinamika global.

Paus Fransiskus meninggalkan warisan nilai dan pendekatan baru dalam tubuh Gereja Katolik, yang tetap akan dikenang oleh umat Katolik serta komunitas lintas agama di seluruh dunia.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending