Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Kekerasan terhadap Eks Pemain Sirkus

Dedi Mulyadi menyatakan keprihatinan atas insiden seorang eks pemain sirkus di Taman Safari.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 22t121539.151
Dedi Mulyadi Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Kekerasan terhadap Eks Pemain Sirkus | Gambar: Ig/@dedimulyadi71

MPN Indonesia 22 April 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan keprihatinan mendalam terhadap insiden yang melibatkan seorang eks pemain sirkus yang sebelumnya tergabung dalam Oriental Circus Indonesia (OCI).

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa peristiwa dengan unsur kekerasan yang berujung pada hilangnya hak-hak dasar seseorang tidak boleh terjadi di wilayah Jawa Barat.

“Semoga peristiwa tersebut bisa dituntaskan, baik dari aspek ketenagakerjaan maupun dugaan tindak pidananya,” kata Dedi, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (22/4).

“Di Jawa Barat tidak boleh ada peristiwa-peristiwa yang memiliki nuansa kekerasan, menghilangkan hak-hak orang, rasa tenang, rasa nyaman, dan sejahtera hidupnya,” imbuhnya.

Berencana Temui Pihak Taman Safari

Dedi Mulyadi juga memberikan apresiasi terhadap berbagai pihak, termasuk Komisi III DPR RI dan jajaran pengacara korban, yang telah mengambil langkah atas insiden tersebut.

Ia berharap proses hukum dan ketenagakerjaan bisa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sehingga apabila ada dugaan pidananya, pidananya bisa berjalan, dan apabila ada dugaan pelanggaran Undang-Undang Ketenagakerjaan, semuanya bisa berjalan dengan baik. Keluarga serta korban dugaan kekerasannya bisa hidup dengan tenang,” tambah Dedi.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, Dedi menyatakan akan menemui langsung pihak keluarga korban untuk mendapatkan keterangan mengenai kronologi kejadian.

Selain itu, ia juga berencana menemui pihak manajemen Taman Safari Indonesia guna memperoleh klarifikasi resmi dari institusi yang disebut dalam laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Tolak Eksploitasi

Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya pemulihan psikologis bagi korban. Ia berharap korban bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik dan memperoleh pekerjaan di lingkungan kerja yang lebih layak dan manusiawi.

Baca Juga:  Polisi Ringkus 14 Pelaku dan Sita Ratusan Juta Uang hingga Dolar Amerika Palsu

Pernyataan Dedi ini sekaligus menjadi bentuk ajakan kepada masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menolak segala bentuk eksploitasi.

Menurutnya, eksploitasi harus dilawan karena tidak sejalan dengan prinsip harmoni sosial dan keseimbangan alam.

“Semoga seluruh rakyat Jawa Barat bisa bahu-membahu untuk menjaga alam dan seisinya, agar kita hidup rukun dan damai serta harmoni, baik harmoni dengan alam maupun dengan manusia,” kata Dedi.

“Kita senantiasa menentang segala bentuk eksploitasi yang hanya menguntungkan satu orang atau satu golongan tetapi merugikan banyak orang,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending