Internasional
Menhan AS Kembali Bocorkan Operasi Militer ke Yaman di Grup Chat Pribadi
Menhan AS Pete Hegseth bocorkan rencana serangan ke Yaman via grup chat pribadi, picu penyelidikan dan kekhawatiran soal keamanan informasi militer.
MPN Indonesia 23 April 2025 - Informasi sensitif mengenai operasi militer Amerika Serikat terhadap kelompok Houthi di Yaman kembali mengalami kebocoran.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dilaporkan membagikan rincian rencana serangan udara melalui aplikasi pesan pribadi Signal kepada individu di luar lingkaran resmi militer pada awal tahun ini.
Informasi Bocor ke Grup Chat Pribadi Keluarga
Kebocoran ini merupakan insiden kedua dalam beberapa bulan terakhir yang melibatkan Hegseth.
Dikutip MPN Indonesia dari CNN dan The New York Times, rencana serangan militer ke Yaman, termasuk jadwal penerbangan jet tempur F/A-18 Hornet yang menargetkan kelompok Houthi, dibagikan oleh Hegseth melalui grup chat pribadi di aplikasi Signal.
Grup ini berisi istri Hegseth, Jennifer, saudara laki-lakinya Phil, dan pengacara pribadinya Tim Parlatore.
Sumber internal yang mengetahui isi percakapan tersebut mengonfirmasi bahwa informasi rahasia dibagikan dalam periode antara Januari hingga Maret, termasuk saat sidang konfirmasi jabatan Hegseth sebagai Menteri Pertahanan.
Sebelumnya, insiden serupa terjadi ketika editor majalah The Atlantic secara tidak sengaja dimasukkan dalam grup chat yang diprakarsai oleh penasihat keamanan nasional Mike Waltz.
Dalam percakapan tersebut juga dibahas operasi militer AS ke Yaman pada (15/3).
Penyelidikan dan Ketegangan Internal di Pentagon
Inspektur Jenderal Pelaksana Kementerian Pertahanan telah memulai penyelidikan atas kebocoran tersebut.
Investigasi ini merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan terhadap beberapa pelanggaran keamanan informasi, termasuk yang berkaitan dengan operasi militer di Terusan Panama dan briefing rahasia terkait China.
Penasihat terdekat Hegseth telah menyatakan keprihatinan atas keputusan tersebut.
Mantan sekretaris pers John Ulyot menyebut situasi ini sebagai “bulan kekacauan total di dalam Pentagon,” dan menganggap disfungsi internal menjadi gangguan serius bagi Presiden AS yang berhak mendapatkan kepemimpinan yang lebih baik.
“Ini merupakan bulan kekacauan total di dalam Pentagon. Mulai kebocoran rencana operasi yang sensitif, disfungsi itu saat ini merupakan gangguan utama terhadap presiden, yang seharusnya berhak mendapatkan yang lebih baik atas kepemimpinannya,” ungkap John Ulyot.
Pemecatan Pejabat dan Dugaan Kejahatan Perang
Kebocoran ini disusul dengan pemecatan terhadap tiga pejabat tinggi Pentagon, yakni penasihat Dan Caldwell, wakil kepala staf Darin Selnick, dan kepala staf wakil sekretaris pertahanan Colin Carroll.
Mereka membantah terlibat dalam penyebaran informasi rahasia tersebut dan menyatakan kecewa atas perlakuan terhadap mereka. Sementara itu, Kepala Staf Joe Kasper dikembalikan ke posisinya.
Belum dapat dipastikan apakah semua anggota grup chat memiliki izin akses terhadap informasi militer sensitif.
Fakta bahwa informasi tersebut dibagikan kepada orang-orang yang tidak berkewenangan menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi pelanggaran hukum dan kemungkinan tuduhan kejahatan perang terhadap Amerika Serikat atas tindakannya di Yaman.
Respons Gedung Putih dan Presiden AS
Presiden AS Donald Trump disebut telah menolak tuntutan untuk memecat pejabat tinggi terkait kebocoran ini, dan justru menyalahkan Mike Waltz atas insiden sebelumnya.
Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap kelompok Houthi merupakan keberhasilan, meskipun kebocoran ini memicu kekhawatiran luas di kalangan militer dan keamanan nasional.
Pentagon belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden kedua ini, meskipun media internasional seperti AFP dan CNN telah menghubungi juru bicara Hegseth.
Keterlibatan Figur Non-Militer
Selain anggota keluarga dan pengacara pribadi, istri Hegseth, Jennifer, seorang jurnalis dan mantan produser Fox News, juga disebut beberapa kali menghadiri pertemuan dengan pemimpin asing.
Keikutsertaannya dalam grup Signal mengangkat pertanyaan tambahan mengenai standar keamanan internal dan kebijakan komunikasi para pejabat tinggi militer AS.
Insiden ini memperlihatkan adanya masalah struktural dalam penanganan informasi sensitif di lingkungan Departemen Pertahanan AS.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
