Lifestyle
Penonton Film ‘Conclave’ Meroket 283% Pasca Kematian Paus Fransiskus
Penonton film Conclave meningkat drastis sebanyak 283% setelah wafatnya Paus Fransiskus Senin (21/4) lalu.
MPN Indonesia 25 April 2025 - Penonton film Conclave mengalami peningkatan drastis sebanyak 283% setelah wafatnya Paus Fransiskus pada Senin (21/4) lalu.
“Penayangan film tahun 2024, yang dinominasikan untuk Film Terbaik dan memenangkan kategori Skenario Adaptasi Terbaik, melonjak sebesar 283% pada Senin setelah berita Paus meninggal,” demikian laporan New York Post, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (25/4).
Peningkatan Drastis di Hari Wafatnya Paus
Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun akibat komplikasi dari stroke dan gagal jantung.
Kabar duka ini menyebar luas dan memicu peningkatan minat terhadap film Conclave, yang menggambarkan proses pemilihan paus baru di Vatikan.
Mengutip MPN Indonesia dari Luminate, film ini mencatat 6,9 juta menit tayang pada Senin (21/4), naik dari 1,8 juta menit pada hari sebelumnya.
Conclave telah tersedia bagi pelanggan Amazon Prime Video sejak Selasa dan juga dapat diakses melalui Apple TV+ tanpa biaya tambahan.
Produksi Film Conclave
Conclave disutradarai oleh Edward Berger dan dibintangi Ralph Fiennes, Stanley Tucci, serta Isabella Rossellini.
Film ini mengangkat narasi pemilihan paus melalui penguncian para kardinal di Kapel Sistina, dengan fokus pada intrik, ketegangan politik, serta misteri di balik proses yang sangat tertutup.
Film ini meraih berbagai penghargaan, termasuk BAFTA untuk Film Terbaik dan Oscar untuk Skenario Adaptasi Terbaik.
Dalam wawancaranya, sang sutradara mengungkapkan keterbatasan saat proses syuting di Vatikan.
“Ada garis putih di Lapangan Santo Petrus… itu berarti tidak diperbolehkan mengambil gambar komersial setelah titik tersebut,” ujar Berger.
Akibatnya, banyak lokasi di Roma digunakan untuk menciptakan nuansa yang menyerupai Vatikan.
Kritikus dari The Post menggambarkan film ini sebagai “misteri penuh skandal” yang menunjukkan para kardinal sebagai tokoh dan figur publik yang mengedepankan kepentingan pribadi di atas umat.
Film ini memperlihatkan pertarungan antara karakter Kardinal Bellini (Stanley Tucci) yang progresif dengan Kardinal Tedesco (Sergio Castellitto) yang konservatif, diiringi kemunculan tokoh kejutan lainnya dalam setiap putaran pemungutan suara.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
