Internasional
Anggota Parlemen Kenya Tewas Ditembak Mati, Diduga Sudah Jadi Target
Anggota parlemen Kenya, Charles Ong’ondo Were, tewas ditembak saat macet di Nairobi. Polisi sebut insiden ini kemungkinan serangan terencana.
MPN Indonesia 2 Mei 2025 - Anggota parlemen Kenya dari daerah pemilihan Kasipul, Charles Ong’ondo Were, ditembak mati dalam sebuah serangan bersenjata pada Rabu malam (30/4).
Penembakan terjadi di dekat bundaran City Mortuary di Ngong Road, Nairobi, saat korban terjebak dalam kemacetan.
Kepolisian Kenya kini membuka penyelidikan hukum dan kriminal guna mengungkap motif dan pelaku di balik insiden ini.
Penyerangan Saat Terjebak Kemacetan
Serangan terjadi sekitar pukul 19.30 waktu setempat saat Charles Ong’ondo Were dalam perjalanan ke Mbagathi Road setelah meninggalkan kompleks parlemen.
Menurut keterangan saksi mata, dua pria mengendarai sepeda motor terlihat mengikuti mobil korban sebelum melancarkan serangan.
Salah satu pelaku turun, memecahkan kaca jendela mobil, dan menembak Were dari jarak dekat.
Sopir Were berhasil lolos dari kejadian tersebut tanpa cedera. Polisi lalu lintas yang berada di sekitar lokasi segera merespons dan membawa Were ke Rumah Sakit Nairobi.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Lee Funeral Home.
Indikasi Serangan yang Ditargetkan
Meski motif penyerangan belum diketahui secara pasti, penyelidikan awal menunjukkan bahwa peristiwa tersebut merupakan serangan yang terencana.
Polisi Kenya telah memulai proses penyidikan intensif dalam ranah hukum dan kriminal.
Insiden ini juga menjadi perhatian dalam konteks hukum internasional karena menyangkut pembunuhan terhadap pejabat negara.
Charles Ong’ondo Were adalah anggota parlemen Kenya dari partai ODM yang terpilih pertama kali pada 2017 dan kembali menjabat setelah pemilu 2022.
Ia duduk di Komite Parlemen untuk Ekonomi Biru dan Irigasi.
Di luar aktivitas politik, ia dikenal memiliki latar belakang akademis di bidang bisnis dan akuntansi serta pengalaman di sektor swasta.
Pernyataan Sebelum Kejadian: “Saya Merasa Terancam”
Sebelum penembakan, Were sempat mengungkapkan kekhawatirannya mengenai keselamatan dirinya.
Pada 8 Februari, ia mengaku merasa sebagai orang yang “ditandai” dan menunjukkan dua kejadian yang membuatnya merasa terancam.
Hari itu, ia mengecam kekerasan yang meningkat di daerah pemilihannya dan menuduh pihak luar sebagai dalang kerusuhan.
“Begitu saya tiba di sana, bahkan sebelum sempat berdoa, salah seorang penjahat terkenal yang berasal dari Kachien, bernama Aboy, menyatakan saya tidak akan berbicara di sana,” kata Were, seperti dikutip MPN Indonesia dari laman resmi nairobilawmonthly.com, pada Jumat (2/5).
Ia juga menambahkan bahwa “orang-orang dari luar wilayah datang untuk mengganggu acara-acara publik,” dan menyebut kejadian tersebut sebagai bagian dari pola gangguan yang terorganisir.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dirinya sadar terhadap potensi ancaman yang dihadapinya sebelum insiden penembakan terjadi.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
