Connect with us

Politik

Bantah jadi Boneka Jokowi, Presiden Prabowo: Saya Katakan Itu Tidak Benar

Presiden Prabowo membantah tudingan dirinya dikendalikan Jokowi. Ia menyebut konsultasi dengan mantan presiden adalah bentuk kenegarawanan, bukan ketergantungan.

Logompn

Published

on

Bantah jadi boneka jokowi, presiden prabowo saya katakan itu tidak benar
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Gambar : Instagram/@prabowo

MPN Indonesia 6 Mei 2025 - Presiden Prabowo Subianto secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya adalah “boneka” dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pernyataan ini disampaikan langsung dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (5/5).

Dalam pidatonya, Prabowo menolak anggapan bahwa ia dikendalikan oleh Jokowi selama masa transisi pemerintahan.

“Saya dibilang presiden boneka, saya dikendalikan oleh Pak Jokowi. Seolah Pak Jokowi tiap malam telepon saya. Saya katakan itu tidak benar,” tegas Prabowo di hadapan para menteri kabinet, sebagaimana dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, pada Selasa (6/5).

Ia menekankan bahwa hubungan konsultatif dengan Jokowi adalah bentuk kenegarawanan, bukan bentuk ketergantungan politik.

Ia menilai Jokowi sebagai pemimpin bijak dengan pengalaman satu dekade memimpin Indonesia, sehingga wajar untuk meminta pandangan dan saran darinya.

“Bahwa kita konsultasi, iya. Itu seorang pemimpin yang bijak, konsultasi, minta pendapat, minta saran. Beliau 10 tahun berkuasa,” katanya.

Penjelasan Prabowo Soal Konsultasi dan Hubungan dengan Tokoh Lain

Dalam forum yang sama, Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa ia tidak hanya menjalin komunikasi dengan Jokowi.

Ia menyampaikan bahwa dirinya juga aktif berdiskusi dengan dua presiden RI sebelumnya, yakni Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya menghadap beliau (Jokowi) tidak ada masalah, saya menghadap SBY tidak ada masalah, saya menghadap Ibu Mega tidak ada masalah,” ujarnya.

Bahkan dengan nada humor, Prabowo menyatakan keinginannya untuk berkonsultasi juga dengan para presiden yang telah wafat seperti Gus Dur dan Soeharto, jika memungkinkan.

Baca Juga:  Profil Rosan Roeslani CEO Danantara yang Punya Harta Lebih dari Rp864 Miliar

“Kalau bisa menghadap Gus Dur, kalau bisa. Menghadap Pak Harto, menghadap Bung Karno kalau bisa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa penilaian terhadap kinerja pemerintahan sebelumnya harus dilakukan secara objektif dan dengan jiwa besar.

“Kita harus berjiwa besar, kita harus objektif, kita bisa bagus gini karena transisi pemerintahan berjalan dengan lancar, dengan baik,” jelas Prabowo.

Isu Politik dan Sindiran Soal Ijazah

Menutup pernyataannya dalam Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo juga menyinggung isu ijazah yang sempat menyerang Jokowi.

Ia menyiratkan bahwa isu serupa bisa saja diarahkan kepadanya.

“Jokowi berhasil 10 tahun orang suka tidak suka. Masalah ijazah dipersoalkan. Nanti ijazah saya ditanya-tanyakan,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending