Connect with us

Berita

Angin Kencang di Kalideres Bukan Puting Beliung, Ini Penjelasan BMKG

BMKG memastikan angin kencang di Kalideres bukan puting beliung, melainkan fenomena downburst dari awan Cumulonimbus.

Logompn

Published

on

Angin kencang di kalideres bukan puting beliung, ini penjelasan bmkg
BMKG jelaskan bahwa kejadian di Jakarta Barat bukan angin puting beliung. Gambar: Kolase Instagram/@lambe_turah

MPN Indonesia 12 Mei 2025 - Angin kencang yang terjadi di Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (11/5), dipastikan bukan merupakan angin puting beliung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan fenomena downburst, yaitu hembusan angin kencang sesaat yang berasal dari awan Cumulonimbus.

Penjelasan ini disampaikan berdasarkan hasil analisis radar cuaca serta observasi langsung di lapangan.

“Berdasarkan hasil analisis meteorologis BMKG, kejadian yang berlangsung di Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu, 11 Mei 2025 pukul 14.05 WIB bukan merupakan fenomena puting beliung, melainkan angin kencang sesaat (downburst) yang disebabkan oleh awan Cumulonimbus (Cb),” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto kepada MPN Indonesia melalui aplikasi perpesanan, pada Senin (13/5).

Downburst memiliki karakteristik berbeda dari puting beliung, yakni tidak menunjukkan adanya pusaran angin dan memiliki cakupan hembusan yang lebih luas.

BMKG mencatat bahwa awan Cumulonimbus mulai terbentuk sekitar pukul 13.50 WIB dan bergerak dari arah barat ke timur melewati Kalideres.

Data radar menunjukkan reflektivitas tinggi di atas 50 dBZ, dengan kecepatan angin berkisar 15–25 knot atau 27–46 km/jam. 

Fenomena Downburst Tidak Berkaitan dengan Angin Puting Beliung

Downburst yang terjadi di Kalideres dipicu oleh udara dingin yang turun cepat dari dasar awan Cb dan menyebar ketika menyentuh permukaan.

“Downburst terjadi ketika udara dingin turun cepat dari dasar awan Cb dan menyebar ke permukaan bumi. Hal ini berbeda dengan puting beliung yang memiliki sirkulasi angin berputar dan intensitas yang lebih kecil,” kata Guswanto.

Baca Juga:  Ini Imbauan Lengkap Prabowo soal Erupsi Gunung Anak Krakatau

BMKG menegaskan bahwa peristiwa ini tidak berkaitan dengan fenomena global seperti El Niño maupun La Niña.

“Kondisi ENSO saat ini berada dalam fase netral, yang berarti tidak ada pengaruh signifikan dari El Niño atau La Niña terhadap cuaca di Indonesia pada saat kejadian tersebut,” jelas Guswanto.

Ketidakstabilan atmosfer di masa pancaroba kerap memicu terbentuknya awan Cumulonimbus yang dapat menghasilkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Peringatan Dini dan Rekam Jejak Cuaca Ekstrem

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini sejak 9–11 Mei 2025, termasuk pada hari kejadian.

“Ya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini 3 harian untuk wilayah DKI Jakarta, termasuk Jakarta Barat, yang berlaku mulai tanggal 9 hingga 11 Mei 2025. Peringatan dini tersebut mengindikasikan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan angin kencang,” jelas Guswanto.

Peringatan diperbarui secara berkala, termasuk pukul 13.10 dan 14.30 WIB, dan mencakup wilayah DKI Jakarta, termasuk Jakarta Barat.

Peringatan ini mengantisipasi potensi cuaca ekstrem akibat aktivitas konvektif dari awan Cb.

Berdasarkan catatan lima tahun terakhir (2020–2024), Kalideres bukanlah wilayah rawan puting beliung.

BMKG mencatat hanya satu kejadian puting beliung dan 138 kasus angin kencang di wilayah DKI Jakarta selama periode tersebut.

Sebagai perbandingan, Jawa Barat mencatat 54 kasus puting beliung dan 1.161 kejadian angin kencang, sementara Jawa Timur mencatat 731 kasus angin kencang.

Mitigasi dan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam

Untuk mengurangi risiko bencana alam akibat cuaca ekstrem seperti angin kencang atau angin puting beliung, BMKG mengimbau masyarakat agar rutin memantau peringatan dini melalui platform resmi seperti aplikasi Info BMKG dan media sosial.

Baca Juga:  Jembatan Bailey di Bireuen Aceh Selesai, Warga: Terima Kasih Pak Prabowo

Langkah mitigasi yang dianjurkan meliputi memperkuat struktur rumah, mengenali tanda-tanda cuaca ekstrem, serta menyiapkan perlengkapan darurat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending