Lifestyle
Naik Wahana Ekstrem, Bayi Bisa Alami Cedera Tulang Belakang
Dokter spesialis anak ungkap risiko fatal dari membawa bayi ke wahana ekstrem seperti kora-kora. Struktur tubuh bayi belum siap menerima guncangan.
MPN Indonesia 14 Mei 2025 - Seorang ibu di Jambi yang membawa bayi naik wahana ekstrem kora-kora pada Rabu (30/4) viral di media sosial.
Peristiwa di daerah ini pun langsung mendapat tanggapan dari tenaga medis yang menilai tindakan tersebut berbahaya, terutama bagi kesehatan fisik bayi yang masih sangat rentan.
Menurut dr Radhian Amandito, Sp.A, dokter anak dari RS Pondok Indah, bayi berusia di bawah satu tahun belum memiliki kekuatan otot leher dan struktur tulang yang siap menerima tekanan besar.
“Ini cukup bahaya ya, karena lehernya belum kuat, sehingga tekanan g-force nya ya dari gerakan korakor itu bisa menyebabkan cedera tulang belakang,” jelas dr Radhian Amandito kepada MPN Indonesia melalui aplikasi perpesanan pada Rabu (14/5).
Ia menambahkan bahwa tekanan mendadak dari pergerakan ekstrem wahana dapat memberikan hentakan serupa dengan kecelakaan mobil.
“Jadi lehernya akan pasti terkena, tekanan yang berat, sehingga bisa menyebabkan kerusakan dan cedera,” ujarnya.
Selain risiko fisik, bayi juga rentan mengalami overstimulasi dari suara keras dan kondisi tidak nyaman, yang dapat berdampak jangka panjang secara psikologis.
Risiko Medis Lainnya
Dr Radhian menjelaskan bahwa tidak ada panduan medis spesifik yang mengatur tentang pembatasan bayi menaiki wahana taman hiburan.
Namun, ia mengacu pada prinsip umum dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menekankan pentingnya menghindari aktivitas berisiko tinggi.
Wahana seperti kora-kora, dengan gerakan ekstrem dan hentakan mendadak, masuk dalam kategori tersebut.
“Ya, pastinya sih sebenarnya kalau untuk bayi ya, di setahun terutama, itu kita tidak terlalu merekomendasikan untuk bawa ke tempat-tempat ramai, karena kan takut infeksi yang airborne, ya. Tapi kalau untuk spesifik terhadap wahananya, kalau untuk yang ekstrem, ini cukup bahaya ya,” ungkap dr Radhian.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar wahana ekstrem memiliki batasan tinggi badan minimal.
Jika tidak terdapat batasan tersebut, biasanya hanya ditujukan untuk wahana yang benar-benar aman bagi semua usia—sesuatu yang tidak berlaku pada kora-kora.
Selain itu, aspek keselamatan fisik juga menjadi perhatian. Sistem pengaman pada wahana tidak dirancang untuk mengamankan dua orang—seperti orang tua dan bayi—secara bersamaan.
Hal ini berpotensi menyebabkan bayi terlepas dari pangkuan orang tua selama wahana beroperasi.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
