Berita
Miris! Warga Sampai Menangis karena Adiknya yang Kritis Tak Ditangani di RSUD Oku Selatan
Keluarga Naufal, anak berusia 6 tahun, terpaksa mencari bantuan di rumah sakit lain setelah tidak mendapatkan pertolongan di RSUD Muaradua.
MPN Indonesia 2 Oktober 2024 - Peristiwa memilukan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan.
Video seorang wanita yang menangis karena adiknya yang kritis tak mendapat pertolongan dari tenaga medis di rumah sakit tersebut telah viral di media sosial.
Video Viral Memperlihatkan Keluarga Memohon Pertolongan
Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar luas pada (1/10), seorang wanita terdengar memohon bantuan medis untuk adiknya yang kritis, Naufal Attala, seorang anak berusia 6 tahun.
Naufal, warga Talang Bandung, Muaradua, sedang mengalami kondisi darurat saat dirujuk ke RSUD Oku Selatan dari RS Ismadana.
Namun, tidak ada dokter maupun perawat yang hadir untuk memberikan perawatan yang dibutuhkan.
Kondisi ini membuat sang kakak, yang tampak dalam video, berulang kali memohon pertolongan dengan suara lirih sambil menangis.
“Kami meminta bantuan kepada rumah sakit ini. Tapi tidak ada yang memberikan bantuan,” ujar wanita tersebut dalam video sambil terus menghapus darah yang mengalir dari hidung adiknya.
Pelayanan RSUD Oku Selatan Mendapat Kecaman Publik
Video tersebut viral di berbagai platform media sosial. Para netizen menyatakan kekecewaan mereka atas buruknya pelayanan di RSUD Oku Selatan, terutama dalam menangani kasus darurat seperti yang dialami Naufal.
Beberapa warganet bahkan menyebutkan bahwa peristiwa ini bukanlah kali pertama RSUD tersebut mendapat kritik karena buruknya layanan medis.
“Kami lagi kondisi seperti ini, rumah sakit ini tidak mau menolong,” ujar kakak Naufal.
Keluarga Pasien Terpaksa Mencari Pertolongan di Rumah Sakit Lain
Kecewa dengan pelayanan RSUD Oku Selatan, keluarga Naufal akhirnya memutuskan untuk membawa anak tersebut ke rumah sakit lain.
Informasi yang beredar di grup WhatsApp menyebutkan bahwa mereka membawa Naufal ke rumah sakit di Baturaja, setelah merasa tidak ada harapan mendapatkan bantuan di RSUD Muaradua.
Kondisi Naufal dilaporkan sangat mengkhawatirkan saat itu.
Tanggapan Pihak Dinas Kesehatan Oku Selatan
Menyikapi kejadian ini, Kepala Dinas Kesehatan Oku Selatan, dr. Merry Astuti, menyatakan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat dengan manajemen RSUD Oku Selatan untuk membahas masalah ini.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak rumah sakit hingga saat ini.
“Kami sudah rapat dengan pihak RSUD, nanti akan ada berita yang diterbitkan dari Diskominfo OKUS,” ujar dr. Merry saat dimintai konfirmasi.
Lebih lanjut, dr. Merry menyebutkan bahwa meski jumlah tenaga perawat di RSUD Muaradua dinilai cukup, kekurangan jumlah dokter menjadi masalah utama.
Hal ini dikarenakan rendahnya jumlah pelamar dokter pada setiap pembukaan formasi P3K di Oku Selatan.
“Untuk tenaga medis seperti perawat cukup, namun untuk dokter memang di RSUD OKUS masih kurang. Setiap pembukaan P3K OKUS selalu buka formasi tapi yang daftar sedikit,” jelasnya.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
