Otomotif
Kendaraan PHEV China Masuk Indonesia, Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.300 Km
Produsen China luncurkan PHEV dengan jarak tempuh hingga 1.300 km di Indonesia, tantang dominasi Jepang lewat teknologi dan harga kompetitif.
MPN Indonesia 22 Mei 2025 - Sejumlah produsen otomotif asal China mulai memasuki pasar Indonesia dengan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang mampu menempuh jarak hingga 1.300 kilometer dalam sekali pengisian penuh bahan bakar dan baterai.
Dua model yang diluncurkan tahun ini adalah Chery Tiggo 8 CSH dan Jaecoo J7 SHS, yang diperkenalkan PT Chery Sales Indonesia pada acara peluncuran di Jakarta, 15 Mei.
Chery menawarkan harga promosi Rp499 juta untuk 1.000 pembeli pertama.
Langkah ini menandai perubahan strategi pabrikan China yang sebelumnya sukses di kendaraan listrik baterai (BEV), kini mengincar pasar hybrid Indonesia.
Teknologi PHEV yang digunakan memiliki baterai berkapasitas besar sehingga mampu memberikan jarak tempuh lebih panjang dibanding hybrid konvensional.
Ini menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang gemar melakukan perjalanan jauh.
“Perbedaan signifikan dari keduanya yakni teknologi hybrid di merek Jepang selalu terkonsentrasi pada penghematan bahan bakar, sementara merek-merek China menawarkan teknologi baterai yang lebih canggih sehingga daya tempuhnya luar biasa,” ujar pengamat otomotif Bebin Djuana kepada Xinhua News, dikutip MPN Indonesia, Kamis (22/5).
Dominasi Jepang dan Peluang Teknologi PHEV China
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa Januari–April 2025, dari 18.200 unit hybrid terjual, lebih dari 90 persen adalah merek Jepang. Merek China hanya menyumbang kurang dari 3 persen.
Meski demikian, kehadiran PHEV China diprediksi mengubah persaingan dengan teknologi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal.
Selain Chery, produsen lain seperti BYD, Jetour, dan Aion juga memperkenalkan model PHEV.
“Kemampuan jarak tempuh dianggap sangat penting oleh konsumen Indonesia karena karakteristik penduduknya yang senang berjalan-jalan,” kata Bebin Djuana, menekankan bahwa ini menjadi nilai jual utama kendaraan PHEV asal China.
Harga Kompetitif dan Desain Futuristik Jadi Keunggulan
Selain teknologi, harga kompetitif menjadi daya tarik utama kendaraan PHEV China.
Bebin menilai strategi harga ini sukses di pasar BEV dan kini diterapkan di segmen hybrid, sehingga membuat produk mereka lebih terjangkau.
Akademisi desain produk ITB, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan, “Konsumen otomotif Indonesia saat ini didominasi generasi baru yang lebih rasional dalam memilih kendaraan. Desain kendaraan juga menjadi pertimbangan utama.”
Ia menambahkan, “Mobil-mobil China unggul karena desain futuristik hasil rancangan kenamaan dunia, serta fitur teknologi canggih dengan harga kompetitif.”
Dengan inovasi teknologi, harga strategis, dan desain menarik, kendaraan PHEV China berpotensi mengubah persaingan di pasar otomotif Indonesia, menantang dominasi Jepang dan memperluas pengaruh di segmen kendaraan listrik.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
