Connect with us

Viral

Sengketa Lahan Parkir di RSUD Tangsel Memanas, Ormas dan PT BCI Terlibat Cekcok

Sengketa pengelolaan lahan parkir di RSUD Tangerang Selatan antara PT BCI dan Ormas Pemuda Pancasila mengakibatkan cekcok.

Logompn

Published

on

Sengketa lahan parkir di rsud tangsel memanas, ormas dan pt bci terlibat cekcok
Sengketa lahan parkir antara ormas dan PT BCI. Gambar: Kolase Instagram/@seputartangsel

MPN Indonesia 23 Mei 2025 - Ketegangan terjadi di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan pada Rabu (21/5), ketika dua pihak terlibat dalam perselisihan sengketa lahan parkir.

PT Bangsawan Cyberindo Indonesia (BCI) dan organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila saling mengklaim hak atas pengelolaan area tersebut, memicu adu argumen di lokasi yang nyaris berujung ricuh.

Perselisihan bermula saat PT BCI, yang mengaku telah memenangkan lelang pengelolaan lahan parkir dari pihak RSUD Tangerang Selatan, memulai pemasangan sistem palang parkir otomatis sebagai bagian dari pengambilalihan operasional.

Langkah ini mendapat penolakan langsung dari kelompok ormas yang selama ini mengelola parkir secara swadaya.

Mereka mengklaim tidak pernah mendapat pemberitahuan mengenai perubahan pengelola.

“Kami tidak pernah diberi pemberitahuan sebelumnya. Kami sudah bertahun-tahun mengelola parkir ini untuk masyarakat. Uangnya kami putar kembali untuk bantu warga sekitar dan rekan-rekan pengangguran,” ujar Subi, tokoh ormas kepada wartawan pada Rabu (21/5).

Proses Lelang dan Legalitas PT BCI

PT BCI menjelaskan bahwa proses lelang dilaksanakan secara resmi melalui platform milik RSUD, yaitu Sistem Pemilihan Calon Mitra Sewa (Sipencatra).

Dalam proses tersebut, perusahaan ini keluar sebagai pemenang dengan nilai penawaran tertinggi mencapai Rp250 juta untuk masa sewa selama tiga tahun.

Pihak PT BCI menyatakan bahwa seluruh dokumen legal telah disiapkan dan tindakan mereka bertujuan untuk modernisasi serta transparansi sistem parkir.

“Kami sudah menunggu cukup lama. Surat legalitas lengkap. Tujuan kami bukan mengusik siapa pun, hanya ingin menata sistem parkir agar lebih modern dan transparan,” ujar perwakilan PT BCI kepada wartawan.

Baca Juga:  Perumahan di Tambun Bekasi tetap Digusur Meski Warga Klaim Punya Sertifikat

Kondisi Lahan dan Tarif yang Berlaku

Lahan yang menjadi objek sengketa memiliki luas sekitar 2.782 meter persegi, dan dapat menampung ratusan sepeda motor serta puluhan mobil.

Selama ini, pengelolaan oleh ormas dilakukan tanpa sistem resmi, meskipun mereka mengklaim telah menjaga ketertiban dan keamanan area rumah sakit.

Tarif parkir yang berlaku saat ini adalah Rp3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk roda empat.

Situasi di lokasi sempat memanas hingga harus diredam oleh aparat keamanan.

Pihak MPN telah menghubungi kepolisian dan RSUD Tangerang Selatan mengenai kejadian ini, namun hingga kini belum memperoleh respons.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending