Connect with us

Politik

RI–China Teken MoU Kerja Sama Ekonomi, Berpotensi Ciptakan 15 Ribu Lapangan Kerja

Pemerintah Indonesia dan China tandatangani dua MoU strategis di bidang ekonomi.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 26t095734.567
(Kiri ke kanan) Menteri Perdagangan China Wang Wentao, Perdana Menteri China Li Qiang, Presiden RI Prabowo Subianto, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat tandatangani MoU kerja sama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (25/5) | Gambar: Ekon.go.id

MPN Indonesia 26 Mei 2025 - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tandatangani dua nota kesepahaman (MoU) di bidang ekonomi yang diproyeksikan menciptakan sekitar 15 ribu lapangan kerja.

Penandatanganan dilakukan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri RRT Li Qiang di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (25/5).

Ditandatangani Menteri RI dan China

Dua MoU tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yakni Memorandum on Strengthening Economic Cooperation in Industrial and Supply Chain serta Memorandum on Two Countries Twin Parks Cooperation Project.

Keduanya ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao, disaksikan langsung oleh Prabowo dan Li Qiang.

“Penandatanganan kedua memorandum ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Republik Indonesia dan Presiden RRT yang telah dilakukan pada pertemuan bilateral sebelumnya,” ujar Airlangga Hartarto, dikutip MPN Indonesia dari laman Kemenko Bidang Perekonomian.

Ia menegaskan kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Proyeksi Untung Kerja Sama

MoU terkait penguatan kerja sama industri dan rantai pasok dirancang untuk memperkuat kemitraan di sektor strategis, seperti manufaktur, logistik, teknologi tinggi, serta energi baru dan terbarukan.

Kerja sama ini membawa potensi investasi sekitar Rp81,5 triliun dan diproyeksikan mampu menciptakan 15 ribu lapangan kerja di Indonesia.

Selain itu, kedua negara sepakat mendorong keterlibatan pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam pengembangan proyek industri baik di kawasan Two Countries Twin Parks seperti Batang–Yuanhong maupun wilayah lain yang disepakati.

Baca Juga:  Taiwan Luncurkan Kampanye Promosi Wisata di Indonesia, Gandeng Influncer Ternama Tanah Air

Inisiatif ini bertujuan membangun kawasan industri terintegrasi yang berdaya saing global.

“MoU ini membuka ruang yang luas bagi masuknya investasi berkualitas tinggi, transformasi industri berbasis nilai tambah, dan pengembangan kawasan industri terintegrasi yang berdaya saing global,” ujar Airlangga.

Target Kawasan Kerja Sama RI-China

Sementara itu, Memorandum on Two Countries Twin Parks Cooperation Project diharapkan menjadi model kerja sama ekonomi dua arah antara Indonesia dan Tiongkok.

Proyek ini menargetkan lingkungan kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan, dengan prinsip kesetaraan.

Kawasan industri strategis yang menjadi lokasi implementasi kerja sama antara lain Kawasan Industri Terpadu Batang, Kawasan Industri Wijayakusuma di Semarang, dan Kawasan Industri Bintan.

Inisiatif ini ditaksir menarik investasi sebesar ±Rp61,5 triliun dan menyerap sekitar 10.500 tenaga kerja.

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, kedua negara sepakat membentuk Joint Committee yang dikoordinasikan secara teknis oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama kementerian dan lembaga terkait.

(AKM/NID/RAD)

Trending