Connect with us

Berita

RI-China Perkuat Kerja Sama di Sektor Kendaraan Listrik, Baterai, dan Pusat Data

Indonesia dan China teken investasi sektor kendaraan listrik, baterai, dan pertanian untuk dorong alih teknologi dan perluas lapangan kerja di Tanah Air.

Logompn

Published

on

Ri china perkuat kerja sama di sektor kendaraan listrik, baterai, dan pusat data
Ilustrasi Bendera China dan Indonesia. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 30 Mei 2025 - Indonesia dan China resmi menandatangani sejumlah kesepakatan investasi di sektor kendaraan listrik, baterai, dan pusat data dalam kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Jakarta, Minggu (25/5).

Investasi ini melibatkan empat perusahaan China dan akan dijalankan melalui kerja sama antara Danantara, lembaga investasi milik negara Indonesia, dan mitra dari Tiongkok.

Proyek mencakup pembangunan fasilitas manufaktur untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa empat perusahaan China saat ini tengah dalam tahap pembicaraan lanjutan.

“Investasi China bisa membantu pengembangan SDM dan keahlian teknologi Indonesia,” ujar Pandu dalam Forum Global Business Summit di Jakarta, Minggu (25/5).

CEO Danantara, Rosan Roeslani, juga menegaskan dukungan terhadap dua proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) yang dipimpin oleh perusahaan China: Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan Zhejiang Huayou Cobalt.

Proyek Strategis dan Kolaborasi Kawasan Industri

Kesepakatan lain juga diteken antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dan Kementerian Perdagangan China.

Isinya mencakup penguatan rantai pasok industri dan pengembangan konektivitas kawasan industri di Fujian, China, dengan kawasan industri di Batang (Jawa Tengah) dan Bintan (Kepulauan Riau).

Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat kapasitas industri dalam negeri, terutama di sektor kendaraan listrik dan baterai.

Kolaborasi ekonomi juga dibangun antara Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC), sebagai bagian dari kerja sama strategis kedua negara.

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik komitmen mitra Tiongkok dalam proyek hilirisasi mineral dan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga:  Nvidia dan AMD Setor 15% Hasil Penjualan Cip di China ke Pemerintah AS

“Saya melihat komitmen mereka dan kesediaan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi Indonesia,” ujar Prabowo dalam pertemuan dengan pemimpin bisnis, yang juga dihadiri oleh Li Qiang pada Sabtu (24/5).

Ia juga mendorong lebih banyak perusahaan China untuk berinvestasi di Indonesia guna menciptakan lapangan kerja dan alih teknologi.

Minat Investasi China di Sektor Pertanian

Selain sektor teknologi, sektor pertanian juga menarik perhatian investor China.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut ada ketertarikan untuk membangun pabrik pengolahan susu dan peternakan sapi di Indonesia.

“Masih dalam tahap negosiasi. Kedua negara punya hubungan yang kuat, jadi saya optimistis prosesnya akan berjalan lancar,” ujar Sudaryono.

Pemerintah Indonesia juga tengah mengupayakan perluasan ekspor produk unggulan seperti unggas dan sarang burung walet ke pasar China.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending