Internasional
Pesawat Air India Jatuh, Bawa 230 Penumpang dan 12 Awak Kabin
Pesawat Air India AI-171 jatuh di Ahmedabad, India, menewaskan lebih dari 200 penumpang dan 12 awak kabin.
MPN Indonesia 13 Juni 2025 - Pesawat maskapai Air India dengan nomor penerbangan AI-171 mengalami kecelakaan di Ahmedabad, India, pada Kamis (12/6), menewaskan lebih dari 200 penumpang serta 12 awak kabin yang berada di dalam pesawat.
Kecelakaan tersebut terjadi saat pesawat Boeing 787 Dreamliner berusia 11 tahun itu jatuh di daratan Ahmedabad.
Foto-foto dari lokasi memperlihatkan puing-puing pesawat berserakan di sekitar area kecelakaan.
“Reruntuhan pesawat Boeing 787 Dreamliner tergeletak di lokasi jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad, India, pada 12 Juni 2025,” tulis keterangan dari Reuters, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (13/6).
Proses investigasi diperkirakan akan berlangsung lama untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
“Ini adalah hari yang sulit bagi kami semua di Air India. Penyelidikan akan memakan waktu,” ungkap CEO Air India, Campbell Wilson.
Upaya Pembaruan Armada Terhambat Kecelakaan
Sebelum kecelakaan pesawat ini terjadi, Air India tengah menjalani proses transformasi besar-besaran di bawah kepemimpinan Tata Group.
Setelah bertahun-tahun mengalami kerugian finansial dan masalah layanan, perusahaan mengumumkan rencana untuk menciptakan world class airline yang mampu bersaing dengan maskapai ternama seperti Emirates.
Namun, kondisi armada yang menua menjadi tantangan besar.
Menurut data Kementerian Penerbangan Sipil India, Air India mengoperasikan 198 pesawat, di mana 27 unit berusia 10–15 tahun dan 43 unit lebih dari 15 tahun.
Sementara itu, Air India Express, anak usaha Tata Group, mengoperasikan 101 pesawat, dengan 37% di antaranya berusia lebih dari 15 tahun.
“Pesawat yang lebih baru dan perawatan yang lebih baik seharusnya menjadi ciri utama agar Air India dapat bertahan. Mereka harus benar-benar memperhatikan aspek perawatan, karena Air India memiliki rekam jejak yang beragam di masa lalu,” ungkap Pengamat industri penerbangan sekaligus mantan pakar hukum di Aircraft Accident Investigation Bureau India, Vibhuti Deora.
Rekam Jejak Kecelakaan Air India
Sejarah kecelakaan pesawat di maskapai ini bukanlah hal baru.
Pada 2010, sebuah penerbangan Boeing 737 milik Air India dari Dubai mengalami kecelakaan setelah melampaui landasan di bandara domestik dan jatuh ke jurang, menewaskan 158 orang.
Kemudian, pada 2020, pesawat Air India Express tergelincir di India, menewaskan 21 orang.
Insiden terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri India, Narendra Modi, memuji prospek pertumbuhan industri penerbangan nasional di hadapan ratusan eksekutif maskapai dunia dalam sebuah forum di New Delhi.
Pada hari kecelakaan, Air India langsung mengubah tampilan situs resminya menjadi lebih gelap dengan latar belakang hitam dan abu-abu, serta mencantumkan nomor penerbangan AI-171.
Masalah Internal yang Berlarut-Larut
Kondisi keamanan dan perawatan armada Air India telah lama menjadi sorotan.
CEO Wilson bahkan pernah mengungkapkan bahwa kondisi maskapai benar-benar dalam kondisi yang sangat berantakan saat Tata Group mengambil alih maskapai ini.
Beberapa pesawat tidak pernah mengalami pembaruan produk sejak pertama kali dikirimkan pada 2010–2011.
Di pasar domestik, Air India menguasai 30% pangsa pasar penumpang, namun tertinggal dibandingkan maskapai lain seperti IndiGo yang mengoperasikan pesawat-pesawat lebih baru.
Air India juga berupaya mengejar ketertinggalan dengan memesan 570 pesawat baru dalam beberapa tahun terakhir dan masih dalam pembicaraan untuk pembelian tambahan.
Meski demikian, pelayanan Air India terus menuai keluhan, termasuk dari penumpang internasional.
Di Inggris, maskapai ini dinobatkan sebagai yang terburuk dalam hal keterlambatan penerbangan, dengan rata-rata keterlambatan hampir 46 menit pada 2024, menurut analisis Civil Aviation Authority yang dipublikasikan oleh PA news agency.
Selain itu, maskapai ini telah melaporkan kerugian secara beruntun sejak tahun fiskal 2019–2020.
Pada 2023–2024, Air India mencatatkan kerugian bersih sebesar USD 520 juta, dari penjualan sebesar USD 4,6 miliar.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
