Connect with us

Internasional

PM India Tegaskan Gencatan Senjata Bersifat Sementara

Narendra Modi tegaskan operasi militer India terhadap Pakistan belum usai, menyebut gencatan senjata hanya jeda sementara atas permintaan Pakistan.

Logompn

Published

on

India siap lanjutkan serangan jika ancaman teror dari pakistan muncul
Perdana Menteri India, Narendra Modi. Gambar : Reuters/Kacper Pempel

MPN Indonesia 14 Mei 2025 - Perdana Menteri India, Narendra Modi, menegaskan bahwa operasi militer terhadap Pakistan belum selesai.

Dalam pidato nasional perdananya sejak eskalasi militer pada 7 Mei, Narendra Modi menyatakan bahwa jeda konflik hanya bersifat sementara dan dilakukan atas permintaan Pakistan.

“Kami telah menetapkan standar baru,” ujar Narendra Modi, sebagaimana dikutip MPN Indonesia melalui laman independent.co.uk, pada Rabu (14/5).

Ia menyebut bahwa operasi ini merupakan respons atas serangan teror di Pahalgam, Jammu dan Kashmir, pada 22 April lalu, yang menewaskan 26 warga sipil, sebagian besar adalah wisatawan.

India meluncurkan serangan balasan melalui rudal dan drone ke kamp pelatihan militan di wilayah Bahawalpur dan Muridke, yang disebut Narendra Modi memiliki keterkaitan historis dengan serangan 9/11 dan bom London 2005.

Menurutnya, lebih dari 100 militan tewas dalam operasi tersebut.

“Pakistan harus bertanggung jawab atas dukungannya terhadap terorisme,” tegas Narendra Modi.

Gencatan Senjata Karena Tekanan, Bukan Perundingan

Meskipun Pakistan mengklaim bahwa gencatan senjata pada 10 Mei difasilitasi oleh Amerika Serikat, Narendra Modi menolak narasi tersebut.

Ia mengatakan bahwa Pakistan meminta jeda karena kerusakan besar yang diderita infrastruktur militernya.

Narendra Modi menegaskan bahwa India tidak akan melakukan pembicaraan damai selama Pakistan terus mendukung kelompok teroris.

Ia bahkan memperingatkan bahwa negara yang menjadi sponsor terorisme bisa menuju kehancuran.

“Teror dan dialog tidak bisa berjalan bersamaan, begitu juga darah dan air tidak bisa mengalir bersamaan,” katanya.

Serangan Balasan dan Target Strategis India

Serangan balasan India diluncurkan segera setelah tragedi di Pahalgam, yang menurut Narendra Modi, bertujuan memecah belah masyarakat berdasarkan keyakinan.

Baca Juga:  Dituduh Israel Lindungi Hamas, Qatar Jawab Santai Begini

Pemerintah India kemudian memberi wewenang penuh kepada militer untuk menghancurkan fasilitas militan di Pakistan.

Narendra Modi menyebut operasi ini sebagai upaya untuk menghancurkan “infrastruktur teror global” yang berada di wilayah Pakistan.

“Para teroris tidak pernah membayangkan India akan bertindak seberani ini,” ucapnya.

Dalam konflik bersenjata yang terjadi, militer Pakistan melaporkan 11 tentaranya dan 40 warga sipil tewas.

Meski permintaan gencatan senjata dikabulkan, ketegangan masih menyelimuti kawasan Line of Control (LoC).

Ketahanan Pertahanan dan Pesan Global

Narendra Modi turut menekankan pentingnya kekuatan pertahanan dalam negeri. Ia menyatakan bahwa sistem pertahanan udara India berhasil menangkal serangan rudal dan drone dari Pakistan.

“Rudal dan drone mereka dihancurkan di depan sistem pertahanan udara kami yang kuat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa fokus dialog ke depan hanya pada isu terorisme dan wilayah Pakistan-Occupied Kashmir (PoK).

Pidato ini disampaikan bertepatan dengan perayaan Buddha Purnima. Narendra Modi mengaitkan ajaran damai Buddha dengan prinsip diplomasi India.

“Perdamaian harus dijalankan melalui kekuatan,” jelasnya.

Situasi Terkini dan Dampak Humaniter

Pasca gencatan senjata, puluhan ribu warga yang sebelumnya mengungsi di wilayah perbatasan mulai kembali ke rumah.

Pemerintah India juga mengerahkan tim untuk membersihkan wilayah dari bahan peledak yang belum meledak akibat serangan.

Meski suasana di perbatasan relatif tenang, Narendra Modi menegaskan bahwa operasi militer masih terbuka jika ancaman teror kembali muncul.

“Kami akan terus mengevaluasi setiap langkah Pakistan,” pungkasnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending