Connect with us

Ekonomi

Harga Emas Dunia Turun 1,2% Imbas Konflik Israel-Iran

Harga emas dunia turun 1,2% akibat aksi ambil untung jelang keputusan The Fed dan di tengah ketegangan Israel-Iran yang memicu gejolak pasar global.

Logompn

Published

on

Harga emas dunia turun 1,2% imbas konflik israel iran
Ilustrasi Emas Dunia. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 17 Juni 2025 - Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 1% pada Senin (16/6), setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam delapan pekan.

Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung dari investor, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran, serta menjelang keputusan kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

Harga spot emas tercatat turun 1,2% menjadi USD 3.392,86 per ons pada pukul 13:53 waktu setempat (17:53 GMT).

Sementara itu, kontrak berjangka emas di AS ditutup melemah 1% di level USD 3.417,30 per ons.

“Harap diingat bahwa emas telah bergerak naik selama beberapa sesi terakhir, sebagian besar sebagai respons terhadap konflik antara Israel dan Iran. Hari ini, kita melihat lebih banyak kemunduran, kemungkinan karena aksi ambil untung setelah pergerakan naik tersebut,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, seperti dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Selasa (17/6).

Ketegangan Israel-Iran Tekan Pasar Emas

Meningkatnya konflik antara Israel dan Iran turut menekan pasar global.

Iran mendesak Presiden AS Donald Trump agar menghentikan serangan udara Israel yang telah berlangsung selama empat hari.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa negaranya berada di “jalan menuju kemenangan”.

Ketegangan ini menjadikan emas sebagai aset safe haven yang kembali dilirik, meskipun koreksi sempat terjadi akibat aksi ambil untung.

Pasar Juga Pantau Keputusan The Fed

Selain ketegangan geopolitik, investor juga menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan selesai Rabu (18/6).

Baca Juga:  Trump: Pemimpin Israel dan Lebanon akan Bertemu Hari Ini

Meski tidak diharapkan ada perubahan suku bunga, ketidakpastian ekonomi akibat tarif perdagangan dan konflik global menjadi sorotan utama.

“Pada titik ini, tampaknya The Fed cenderung untuk tetap menahan diri, mengingat ketidakpastian yang signifikan dalam ekonomi, mulai dari tarif hingga ketegangan geopolitik. Jadi, tidak mengherankan jika The Fed menunda pemotongan suku bunga, yang pada dasarnya menunda masalah,” tambah Meger.

Dalam kondisi suku bunga rendah, emas tetap menjadi pilihan utama investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan politik.

Logam Mulia Lainnya dan Kondisi Pasar Global

Harga logam mulia lain juga menunjukkan pergerakan bervariasi. Spot perak stabil di USD 36,33 per ons, platinum naik 2% menjadi USD 1.252,57 per ons, dan palladium menguat 0,8% menjadi USD 1.036,10 per ons.

Sementara itu, indeks saham berjangka AS mengalami kenaikan tipis, dan dolar AS melemah dalam perdagangan yang berlangsung volatil.

Meskipun harga emas terkoreksi, ketidakpastian global yang tinggi membuat logam mulia ini tetap menjadi aset favorit investor untuk menjaga nilai kekayaan mereka

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending