Connect with us

Politik

Menkes: RI Butuh Rp1.370 Kuadriliun untuk Setara dengan Layanan Kesehatan Malaysia

Menkes Budi menyampaikan Indonesia butuh tambahan Rp1.370 kuadriliun untuk menyetarakan kualitas kesehatan dengan Malaysia.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 17t112732.777
Menkes Budi Gunadi saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka pada 3 Juni 2025 | Gambar: Tangkapan layar YT/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 17 Juni 2025 - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Indonesia memerlukan tambahan dana USD84 miliar atau setara Rp1.370 kuadriliun untuk menyetarakan kualitas layanan kesehatan nasional dengan Malaysia.

Budi mengungkapkan bahwa dana tersebut hampir tiga kali lipat dari anggaran Kementerian Kesehatan saat ini.

Menurutnya, pengeluaran untuk sektor kesehatan terus meningkat secara signifikan, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertumbuhan pengeluaran kesehatan ini selalu melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kita,” kata Budi saat forum 2025 APAC Health and Life Sciences Summit – Spotlight Indonesia di Jakarta, dikutip MPN Indonesia dari laman Kemenkes, Selasa (17/6).

Perlu Efisiensi

Menghadapi keterbatasan anggaran, Budi menekankan perlunya transformasi teknologi dalam alat kesehatan untuk menciptakan efisiensi.

Ia menjelaskan bahwa pengeluaran yang terus bertambah tanpa peningkatan efisiensi akan membebani sistem secara keseluruhan.

“Kalau kita terus menambah belanja tanpa efisiensi, sistem ini tidak akan bertahan. Kita ibarat rumah tangga yang pengeluarannya naik 50 persen, tapi penghasilan hanya naik 8 persen. Ini jelas tidak seimbang,” ujar Budi.

Dalam upaya menekan biaya, Budi memberikan contoh penggunaan obat kolesterol generasi baru, PCSK9 inhibitor, yang dinilai lebih efisien dibandingkan terapi konvensional.

Obat ini hanya perlu disuntikkan satu kali, namun mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.

“Ini solusi yang lebih efisien dibandingkan terapi konvensional yang mahal dan harus dikonsumsi setiap hari,” katanya.

Rencananya, obat ini akan diterapkan di 500 rumah sakit di seluruh Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Bentuk Pansel OJK, Prabowo Tunjuk Purbaya jadi Ketua

Trending