Connect with us

Politik

Tampil di Podcast Deddy Corbuzier, Nadiem Makarim Klarifikasi soal Dugaan Korupsi Chromebook

Nadiem Makarim membeberkan kasus pengadaan Chromebook dalam podcast bersama Deddy Corbuzier.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 17t151821.541
Nadiem Makarim Klarifikasi soal Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook di YouTube Deddy Corbuzier | Gambar: YT/Deddy Corbuzier

MPN Indonesia 17 Juni 2025 - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024, Nadiem Makarim, membeberkan kasus pengadaan Chromebook dalam podcast bersama Deddy Corbuzier.

Dalam pernyataan di podcast yang diunggah 11 Juni lalu itu, Nadiem menanggapi sejumlah informasi yang dianggap tidak akurat terkait proyek tersebut.

Klarifikasi soal Anggaran

Nadiem menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp9,9 triliun yang ramai diberitakan bukanlah dana yang dialokasikan khusus untuk pembelian laptop Chromebook.

Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut mencakup keseluruhan pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), termasuk proyektor, router Wi-Fi, dan konektor, untuk periode empat tahun sejak 2020 dan mencakup 77.000 sekolah.

“Harga rata-rata per unit laptop Chromebook adalah sekitar 6 juta rupiah,” ujar Nadiem, membantah informasi yang menyebut harga satuan mencapai Rp10 juta.

Alasan Pilih Chromebook

Selain aspek anggaran, Nadiem juga menyoroti alasan teknis dan strategis di balik pemilihan Chromebook sebagai perangkat utama dalam program tersebut.

Ia menyebut sistem operasi ChromeOS yang digunakan bersifat gratis dan lebih aman, memungkinkan pengawasan konten serta pembatasan akses ke situs negatif.

Menurut Nadiem, penggunaan sistem operasi lain bisa menelan dana Rp1,5 hingga Rp2 juta.

Nadiem menjelaskan bahwa Chromebook telah menjadi standar pendidikan di berbagai negara seperti Meksiko, Brasil, dan negara-negara Eropa.

Selain itu, integrasi dengan ekosistem Android yang sudah dikenal oleh para guru di Indonesia menjadi pertimbangan tambahan dalam kemudahan adopsi teknologi tersebut di lapangan.

Lebih lanjut, Nadiem menegaskan bahwa program digitalisasi ini bertujuan untuk mendukung transformasi pendidikan nasional, bukan semata-mata pengadaan barang.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Dipanggil Kejagung soal Kasus Korupsi Pertamina, Ahok Datang 1,5 Jam Lebih Awal

Trending