Connect with us

Politik

COO Danantara: Saya Tak Suka Pejabat Main Golf di Hari Kerja & Istri Terlibat Urusan Kantor

COO Danantara larang direksi BUMN main golf di hari kerja dan libatkan istri dalam kantor demi wujudkan profesionalisme dan transparansi.

Logompn

Published

on

Coo danantara saya tak suka pejabat main golf di hari kerja & istri terlibat urusan kantor
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (IKA Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Hutan Kota Plataran, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan, Rabu (18/6). Gambar : Tangkapan layar YouTube/Hendri Satrio Official

MPN Indonesia 20 Juni 2025 - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan larangan bagi pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bermain golf saat hari kerja serta melibatkan istri dalam urusan kantor.

Pernyataan ini disampaikan Dony dalam diskusi bersama Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (IKA Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Hutan Kota Plataran, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan, Rabu (18/6).

“Saya tidak suka orang main golf di weekdays. Bukan apa-apa, itu memberikan persepsi yang tidak bagus kepada masyarakat. Kita kan digaji proper, digaji bagus, masa iya kita hari kerja ada di lapangan golf,” ujar Dony Oskaria, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Hendri Satrio Official, Jumat (20/6).

Ia juga menolak campur tangan keluarga dalam urusan internal perusahaan.

“Saya tidak ingin istri direksi terlibat dalam urusan kantor, seperti menentukan dekorasi atau acara, karena kantor bukan warisan keluarga,” tegasnya.

Budaya Kerja Baru di BUMN

Dony menyebut perubahan budaya kerja ini merupakan bagian dari upaya membangun profesionalisme di lingkungan BUMN melalui Danantara.

Salah satu indikator perubahan tersebut terlihat dari kebiasaan direksi yang kini tidak lagi membawa ajudan saat rapat.

“Dan kini saya senang lihat direksi BUMN kini datang ke saya untuk rapat tanpa ajudan. Ini budaya kerja baru yang profesional,” katanya.

Lima Prinsip Profesionalisme Direksi

Dony juga memaparkan lima prinsip dasar bagi jajaran direksi yang diterapkan di lingkungan Danantara:

  1. Tidak berutang budi,
  2. Tidak bekerja di bawah tekanan,
  3. Tidak bermain golf di jam kerja,
  4. Tidak menggunakan protokol atau ajudan secara berlebihan,
  5. Tidak mencampurkan urusan keluarga dalam operasional perusahaan.
Baca Juga:  Anutin Charnvirakul Resmi Menjabat sebagai PM Thailand

Tujuannya adalah membentuk standar baru dalam profesionalisme bagi pimpinan di BUMN.

Struktur dan Model Investasi Danantara

Dony menjelaskan bahwa Danantara tidak menggunakan dana operasional maupun aset BUMN seperti Bank Mandiri atau BRI.

“Yang diinvestasikan adalah return dari pengelolaan BUMN, bukan aset atau dana operasionalnya,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa model ini berbeda dari Sovereign Wealth Fund (SWF) pada umumnya karena tidak berasal dari kelebihan APBN, melainkan dari hasil kelola BUMN.

Danantara terdiri dari dua entitas utama: Danantara Asset Management dan Danantara Investment Management.

Struktur ini dirancang untuk memitigasi risiko serta mencegah potensi penyalahgunaan seperti kasus 1MDB.

Potensi Konsolidasi dan Sinergi Antar-BUMN

Dony juga menyoroti belum adanya mekanisme saling bantu antar-BUMN, meski berada dalam satu ekosistem negara. Ia mencontohkan kondisi kontras antara Telkomsel dan Indofarma.

“Telkomsel untung besar, tapi tak bisa bantu Indofarma yang kesulitan gaji Rp3 miliar. BRI laba Rp60 triliun, tapi tak ada mekanisme membantu,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa konsolidasi melalui Danantara dapat mengoptimalkan dividen BUMN yang mencapai Rp150 triliun per tahun, tanpa perlu mengandalkan skema Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dinilainya lambat. Jumlah dividen itu juga melebihi target APBN yang hanya Rp98 triliun.

Sebagai penutup, Dony menegaskan komitmen Danantara terhadap keterbukaan informasi.

“Kami ingin Danantara dipahami publik dengan jelas. Tidak ada yang perlu ditutupi, semua fine untuk dikomunikasikan secara terbuka,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

 

Trending