Internasional
Iran Evakuasi Uranium dari Fasilitas Fordow sebelum Serangan AS
Iran pindahkan uranium dari Fordow jelang serangan AS ke tiga fasilitas nuklir. IAEA konfirmasi kerusakan, ketegangan global atas aksi militer makin meningkat.
MPN Indonesia 24 Juni 2025 - Iran dilaporkan memindahkan peralatan dan uranium dari fasilitas nuklir Fordow hanya beberapa hari sebelum Amerika Serikat melancarkan serangan militer pada Sabtu malam (21/6).
The New York Times melaporkan informasi ini berdasarkan keterangan dua pejabat Israel yang mengetahui data intelijen.
Langkah tersebut diduga sebagai upaya Iran untuk melindungi aset nuklirnya dari potensi serangan yang telah lama diisyaratkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Tiga Fasilitas Nuklir Jadi Sasaran Serangan AS
AS melancarkan serangan terhadap tiga lokasi utama yang menjadi pusat program nuklir Iran, yaitu Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Pemerintah Washington menyebut operasi ini bertujuan untuk “menghancurkan atau secara signifikan melemahkan program nuklir Iran”.
“Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang berada di Natanz, Fordow, dan Isfahan, pada 22 Juni malam,” demikian laporan The New York Times, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (24/6).
Dua pejabat Israel menyatakan, Iran telah memindahkan sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen dari Fordow, bersama dengan beberapa peralatan penting lainnya.
Konfirmasi IAEA dan Dampak Serangan
Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengonfirmasi adanya kerusakan akibat serangan tersebut.
Ia menyebut telah terbentuk kawah di fasilitas bawah tanah Fordow akibat bom bunker.
Menurut Grossi, hingga saat ini belum ada pihak, termasuk IAEA, yang bisa menilai tingkat kerusakan secara menyeluruh.
“Tidak ada seorang pun, termasuk IAEA, yang dapat menilai sejauh mana kerusakan yang terjadi di bawah tanah di fasilitas tersebut,” ujarnya dikutip dari laporan Sputnik.
Tanggapan atas Ancaman Trump
Keputusan Iran untuk memindahkan uranium dan peralatan dari Fordow terkait langsung dengan ancaman serangan militer yang disampaikan berulang kali oleh Presiden Donald Trump.
Iran diyakini telah menanggapi serius ancaman tersebut dan melakukan tindakan pencegahan.
Laporan tersebut juga menegaskan adanya bukti kuat bahwa pemindahan 400 kilogram uranium terjadi hanya beberapa hari sebelum serangan, sebagai langkah strategis untuk menghindari kerusakan fatal terhadap aset penting program nuklir Iran.
Ketegangan Internasional dan Respons Global
Serangan ini meningkatkan ketegangan antara Iran dan AS yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dengan uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen, pemindahan ini menimbulkan kekhawatiran global karena mendekati tingkat yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir.
Sementara itu, penyerangan terhadap fasilitas nuklir aktif juga memicu perdebatan di komunitas internasional mengenai legalitas tindakan tersebut dalam konteks hukum perang.
Beberapa pihak menilai penggunaan kekuatan militer terhadap situs nuklir dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum internasional, terutama jika menyangkut bahan sensitif seperti uranium.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
