Internasional
Iran Ancam Korea Selatan jika Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
Iran memperingatkan Korea Selatan agar tidak bergabung dalam operasi militer AS di Selat Hormuz.
MPN Indonesia 9 September 2026 - Iran memperingatkan Korea Selatan agar tidak mengerahkan kekuatan militer atau bergabung dalam operasi yang dipimpin Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Peringatan itu disampaikan pada Senin (7/9) setelah Seoul menyatakan masih mengkaji kemungkinan kontribusi militer untuk mendukung keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut.
Situasi ini berkembang di tengah meningkatnya konflik internasional di kawasan Timur Tengah.
Baghaei memperingatkan bahwa Iran akan menganggap setiap kehadiran militer maupun keterlibatan negara lain dalam operasi di kawasan Teluk dan Selat Hormuz sebagai bentuk partisipasi dalam konflik.
“Pasti akan dianggap sebagai dukungan langsung kepada agresor dan akan memiliki konsekuensi serius,” ujar Baghaei, dikutip MPN Indonesia dari Aljazeera, Rabu (9/9).
Baghaei menyatakan hubungan diplomatik Iran dan Korea Selatan telah terjalin selama lebih dari 64 tahun.
Menurutnya, hubungan tersebut selama ini berkembang berdasarkan prinsip saling menghormati.
“Iran sangat menghargai hubungan persahabatannya dengan Korea Selatan,” ujar Baghaei.
Namun, Iran menegaskan posisi tersebut tidak mengubah sikapnya terhadap kemungkinan keterlibatan militer Seoul di Teluk Persia maupun Selat Hormuz.
Teheran menyebut langkah itu akan dipandang sebagai dukungan langsung terhadap pihak yang dianggap melakukan agresi terhadap Iran.
“Tidak ada negara yang berdaulat dan bertanggung jawab yang patut tunduk pada tekanan dan intimidasi AS, dan menjadi kaki tangan dalam tindakan agresi dan kejahatan mengerikan terhadap bangsa Iran yang besar,” ujar Baghaei.
Iran Tegaskan Sikap atas Keterlibatan Militer di Selat Hormuz
Peringatan tersebut muncul setelah pemerintah Korea Selatan mengonfirmasi masih meninjau kemungkinan memberikan kontribusi terhadap upaya internasional untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Otoritas Seoul menyatakan belum mengambil keputusan akhir mengenai pengerahan pasukan.
Pemerintah menegaskan setiap langkah akan mempertimbangkan kesiapan pertahanan nasional agar tidak terganggu.
Selain itu, setiap keputusan pengerahan militer harus melalui sejumlah tahapan sebelum dapat dilaksanakan, meliputi:
- Keputusan Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan.
- Persetujuan kabinet pemerintah.
- Persetujuan resmi dari Majelis Nasional atau parlemen Korea Selatan.
Korea Selatan Masih Mengkaji Berbagai Opsi
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan pemerintah terus berkomunikasi dengan komunitas internasional, termasuk negara-negara terkait, mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah.
Pemerintah juga menyebut komunikasi diplomatik dengan Iran tetap berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
“Kami berkomunikasi erat dengan komunitas internasional, termasuk negara-negara terkait, untuk membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah sesegera mungkin dan untuk memastikan kelancaran lalu lintas semua kapal, termasuk kapal-kapal negara kami, melalui Selat Hormuz,” ujar Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Sejumlah laporan diplomatik juga menyebut pemerintah Seoul masih membuka jalur komunikasi dengan Teheran selama proses pembahasan berlangsung.
Korea Selatan Menolak Partisipasi dalam Upaya Pelayaran Selat Hormuz
Pembahasan mengenai kemungkinan kontribusi militer Korea Selatan berlangsung di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump disebut mendorong Seoul untuk berpartisipasi dalam upaya pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam perkembangan sebelumnya, Korea Selatan sempat menolak permintaan tersebut.
Setelah itu, Trump memangkas durasi latihan militer gabungan dari 11 hari menjadi lima hari pada Agustus lalu.
Trump juga menyampaikan kritik terhadap keputusan Seoul melalui media sosial Truth Social.
“Baru-baru ini saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka bersedia bergabung dengan kami dalam upaya denuklirisasi Republik Islam Iran, dan mereka mengatakan, ‘Tidak, terima kasih!’ (I recently asked the President of South Korea if they would like to join us in the Denuclearization of the Islamic Republic of Iran, and they said, ‘No thanks!’),” tulis Trump pada unggahannya, dikutip MPN Indonesia dari Truth Social, Rabu (9/9).
Di sisi lain, Korea Selatan memiliki kepentingan terhadap kelancaran pelayaran di Selat Hormuz karena sebagian besar impor minyak mentah negara itu melewati jalur tersebut.
Berdasarkan laporan yang tersedia, sekitar 60 hingga 70 persen impor minyak mentah Korea Selatan melintasi perairan tersebut.
Pihak oposisi di Korea Selatan telah menyampaikan penolakan terhadap kemungkinan pengerahan pasukan.
Penolakan juga muncul dari sebagian anggota Partai Demokrat yang berkuasa, sementara sejumlah warga menggelar protes terhadap perang AS-Israel terhadap Iran.
(RAD/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
