Connect with us

Internasional

Kamboja Tuding Thailand Picu Ketegangan dengan Batasi Akses Perbatasan

Pemerintah Kamboja menuduh Thailand memperburuk ketegangan di perbatasan dengan memberlakukan pembatasan baru.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 25t163229.503
Kamboja Tuding Thailand Picu Ketegangan Lewat Pembatasan di Perbatasan Darat | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Juni 2025 - Pemerintah Kamboja pada Selasa (24/6) menuduh Thailand memperburuk ketegangan di perbatasan dengan memberlakukan pembatasan baru.

Pembatasan itu, kata Kamboja, hampir menutup seluruh jalur darat terutama bagi wisatawan yang hendak masuk ke Kamboja.

Dikutip MPN Indonesia dari AP News, ketegangan meningkat usai insiden bentrok bersenjata pada 28 Mei lalu di wilayah sengketa perbatasan yang menewaskan satu prajurit Kamboja.

Meski kedua negara sepakat menurunkan eskalasi konflik, namun langkah-langkah sepihak terus dilakukan dan memperburuk situasi.

Thailand Perketat Perbatasan sejak Awal Pekan

Militer Thailand diketahui mulai Senin (23/6) memperketat pemeriksaan di pos-pos perbatasan menyusul perintah Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra.

Hanya pelajar, pasien medis, dan orang dengan keperluan mendesak yang diizinkan keluar-masuk Thailand, membuat ribuan wisatawan tidak dapat menyeberang ke Kamboja.

Juru bicara pemerintah Kamboja, Pen Bona, menyatakan bahwa negaranya berkomitmen menyelesaikan konflik lewat jalur diplomatik. Namun, ketegangan meningkat akibat tindakan Thailand.

“Pemerintah Kamboja telah menyatakan bahwa kami tidak akan menutup perbatasan lebih dulu,” kata Bona.

Ia menambahkan, Kamboja akan mencabut pembatasan jika Thailand melakukannya lebih dulu.

Balasan Kamboja

Sebagai bentuk balasan, Kamboja memboikot layanan internet Thailand, melarang impor buah dan sayur dari Thailand, serta memblokir pasokan listrik dan bahan bakar.

Sebelum boikot, Kamboja mengimpor sekitar 30% bahan bakarnya dari Thailand.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, pada Senin mengunjungi pasukan di perbatasan dan tempat penampungan sementara bagi ribuan warga sipil yang dievakuasi.

Ia menegaskan bahwa Kamboja tak menginginkan perang, namun tak akan tinggal diam jika terus ditekan.

Baca Juga:  Trump Ejek Presiden Prancis Emmanuel Macron di Forum Ekonomi Dunia, Ini Penyebabnya

Isu Penipuan Online di Kamboja dan Thailand

Selain pembatasan perbatasan, PM Thailand Paetongtarn juga mengumumkan langkah-langkah untuk menanggulangi operasi penipuan daring yang berbasis di Kamboja.

Langkah itu termasuk memblokir ekspor yang berpotensi mendukung aktivitas tersebut serta bekerja sama dengan negara lain dan lembaga internasional untuk menekan kejahatan siber di Asia Tenggara.

Pen Bona mengakui bahwa Kamboja memang dieksploitasi oleh sindikat penipuan daring, namun menilai banyak operasi serupa juga berpusat di Thailand.

“Ini hal memalukan yang juga terjadi di Thailand, tetapi mereka mencoba mengalihkan isu dari Thailand ke Kamboja,” ujarnya.

Sebelumnya, Thailand juga telah mengambil langkah tegas terhadap sindikat penipuan daring di Myanmar dengan memutus pasokan listrik, internet, dan gas ke kota-kota perbatasan tempat sindikat beroperasi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending