Connect with us

Viral

Usai Dihujat Netizen, Dua Anak Sidoarjo Jemput Ibu dari Panti Jompo

Setelah viral di media sosial, dua anak di Sidoarjo menyesal titipkan ibu mereka ke panti jompo dan menjemputnya kembali dalam waktu satu hari.

Logompn

Published

on

Usai dihujat netizen, 2 anak yang titipkan ibu ke panti jompo akui menyesal
Usai Dihujat Netizen, 2 Anak yang Titipkan Ibu ke Panti Jompo Akui Menyesal. Gambar : Tangkapan Layar TikTok/@PURNOMOPOLISIBAIK

Jawa Timur, MPN Indonesia 30 Juni 2025 - Dua anak di Sidoarjo, Jawa Timur, menjemput kembali ibu kandung mereka, Nasikah (74), dari Panti Jompo Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang, pada Jumat (27/6), setelah video penyerahan sang ibu viral dan menuai sorotan publik.

Sri Rahayu dan Fitriya mengaku keputusan menitipkan ibunya dilakukan karena keterbatasan ekonomi dan kondisi rumah yang sempit.

Namun setelah video peristiwa tersebut beredar luas dan menerima berbagai tekanan, mereka segera menjemput kembali sang ibu.

“Ya langsung, habis ashar itu langsung, pp jadi seharian full, langsung pak,” ujar Fitriya saat dikonfirmasi oleh Ipda Purnomo dari Polres Lamongan melalui akun TikTok @PURNOMOPOLISIBAIK, dikutip MPN Indonesia pada Senin (30/6).

Alasan Penitipan: Rumah Sempit dan Kondisi Ibu yang Sering Keluar

Fitriya menjelaskan bahwa selama ini ia merawat ibunya di rumah berukuran 4×4 meter.

Karena bekerja, ia tidak bisa selalu mengawasi sang ibu yang sering keluar sendiri ke jalan.

“Menitipkan supaya ibu saya punya tempat yang layak, ada yang jaga, terus kan saya kerja. Kalau saya kerja, ibu sering ngesot ke jalan raya, minta keluar,” jelas Fitriya.

Namun setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan dikecam oleh tetangga hingga rekan kerja, mereka akhirnya menjemput kembali sang ibu.

Dalam video klarifikasi bersama Ipda Purnomo, keduanya tampak menangis dan menjelaskan alasan mereka menitipkan ibunya ke panti jompo.

“Kalau kita tidak bisa membantu beliau berdua, tolong jangan sebarkan gosip yang enggak-enggak. Tolong jangan dihujat,” ungkap Purnomo.

Baca Juga:  Viral! Sopir Alphard Pukul Motor Ojol pakai Batu di Jaksel Gara-Gara Senggolan Spion

Respons Pihak Panti: Sudah Diberi Syarat Berat

Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra, membenarkan bahwa Nasikah sempat dititipkan selama satu hari.

Awalnya, ia menolak permohonan karena panti tersebut hanya untuk lansia tanpa keluarga.

Arief bahkan memberi syarat berat agar kedua anak berpikir ulang, yakni mereka tidak boleh menjenguk dan tidak akan dikabari jika sang ibu meninggal dunia.

“Itu persyaratan kami buat sangat berat supaya niatan kakak beradik ini tak terwujud,” ujar Arief dalam video yang diunggah ke akun TikTok-nya.

Namun Sri dan Fitriya tetap melanjutkan proses dan menandatangani surat pernyataan penyerahan total. Dalam surat itu, mereka menyatakan tidak perlu dikabari jika ibu mereka wafat.

Latar Belakang Keluarga dan Kondisi Nenek Nasikah

Nenek Nasikah diketahui membesarkan ketiga anaknya seorang diri setelah suaminya meninggal. Anak bungsu yang selama ini merawatnya juga telah meninggal dunia.

“Ibu Nasikah mengaku berjuang sendirian merawat 3 anaknya sejak ditinggal wafat suaminya. Anak ke-3 meninggal, tidak menyangka dua anaknya ini tidak mau merawat beliau,” tulis narasi video yang diunggah Arief.

Kasus ini menuai reaksi luas dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan kedua anak, bahkan khawatir akan keselamatan sang ibu setelah kembali ke rumah.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending