Connect with us

Viral

Kisah Siswi yang Menangis saat Tinggalkan Barak Militer, Diduga Kurang Figur Orang Tua

Naila, siswi peserta program bela negara di Bandung, menangis karena tak ingin meninggalkan barak militer.

Logompn

Published

on

Kisah siswi yang menangis saat tinggalkan barak militer, diduga kurang figur orang tua
Naila, siswi yang sedih untuk meninggalkan barak militer. Gambar: Instagram/@kodamsiliwangi

MPN Indonesia 1 Juli 2025 - Seorang siswi bernama Naila menangis saat harus meninggalkan barak militer di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, dalam program pendidikan berbasis Gapura Panca Waluya yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kisah ini dibagikan langsung oleh Letda Cpm (K) Putri Pertiwi yang menemui Naila selama pelaksanaan kegiatan tersebut.

Naila mengaku tidak ingin meninggalkan barak militer karena merasa mendapatkan kenyamanan dan menemukan sosok ayah yang selama ini kurang ia rasakan dalam kehidupannya.

Dalam percakapan dengan Letda Putri, Naila menyatakan kesedihannya saat harus pulang.

Ia mengungkapkan bahwa kenyamanan yang ia rasakan selama berada di barak militer bukan hanya karena lingkungan yang disiplin, tetapi juga karena kedekatannya dengan para pelatih, terutama Wakil Komandan (Wadan) yang ia anggap sebagai sosok ayah.

“Mungkin Wadan seperti sosok ayah buat Naila?” tanya Letda Putri, yang langsung dijawab Naila, “Iya,” sebagaimana dilihat MPN Indonesia melalui akun Instagram @kodamsiliwangi, Selasa (1/7).

Naila menambahkan bahwa para pelatih di barak militer sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri.

“Pelatih-pelatih di sini juga udah Nai anggap seperti ayah sendiri,” jelas Naila menahan tangis.

Naila juga menyampaikan kepada Letda Putri bahwa ia merasa sangat betah di barak militer.

“Karena saya di sini betah banget, banyak temen, terus ditambah bisa jadi diri sendiri juga,” ujar Naila.

Ia bahkan memeluk Letda Putri sambil menangis.

“Nggak mau pulang, Naila mau di sini,” ujar Naila.

Naila mengaku mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari para pelatih yang membuatnya merasa seperti berada di rumah sendiri.

Kegiatan Pendidikan di Barak Militer dan Pengalaman Peserta

Program pendidikan di barak militer ini merupakan bagian dari kegiatan Pembinaan Karakter dan Bela Negara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Depok melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Baca Juga:  Jalin Hubungan 6 Tahun, Wanita Ditinggal Calon Suami Saat Resepsi karena Menghamili Wanita Lain

Kegiatan ini ditujukan untuk remaja berusia 13 hingga 15 tahun dan bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, integritas, dan semangat nasionalisme.

Program ini sejalan dengan kebijakan yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Selama mengikuti kegiatan di barak militer, Naila mengaku selalu bersemangat menjalani aktivitas pagi dan sangat antusias mengikuti latihan PBB Paskibra.

Ia menyatakan bahwa mengikuti latihan tersebut adalah bagian dari cita-citanya sejak lama.

“Bangga banget (ikut),” kata Naila.

Namun, Naila juga mengungkapkan bahwa kebanggaannya tidak sepenuhnya dirasakan oleh orang tuanya.

“Dari orang tua ada nggak tanggapannya?” tanya Letda Putri.

“Nggak ada, biasa aja,” jawab Naila dengan mata berkaca-kaca.

Dalam percakapan lebih lanjut, Naila mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat terhubung secara emosional dengan para pelatih, khususnya dengan Wadan yang ia anggap sudah seperti sosok ayah.

“Buat Wadan, makasih udah… sedih,” ucap Naila sambil menahan tangis, tidak mampu melanjutkan kalimatnya.

Letda Putri kemudian mengingatkan Naila tentang pentingnya mengendalikan diri.

“Kadang-kadang kita memang butuh orang lain, tapi kita juga harus self-control, oke,” ujar Letda Putri sambil memeluk Naila.

(AKM/NID/RAD)

Trending