Connect with us

Politik

Menhan Sjafrie Sebut Pengadaan Alutsista TNI Dipasok Tanpa Batas

Menteri Pertahanan menegaskan pengadaan alutsista untuk TNI tidak mengalami pembatasan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 03t145658.570
Menhan Sjafrie Sebut Pengadaan Alutsista TNI Dipasok Tanpa Batas | Gambar: Humas Setkab

MPN Indonesia 3 Juli 2025 - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak mengalami pembatasan.

Ia menyebutkan bahwa semua kebutuhan alutsista untuk TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara akan dipenuhi secara maksimal.

“Kebutuhan-kebutuhan alutsista yang dibutuhkan oleh TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, serta TNI Angkatan Udara ini dipasok tanpa pembatasan,” kata Sjafrie kepada wartawan usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR pada Rabu (2/7).

Menhan: Tak Ada Pembatasan untuk RI soal Alutsista

Menurut Sjafrie, Indonesia sebagai negara yang menganut politik bebas aktif dan berada pada garis non-blok tidak memiliki restriksi dalam pengadaan alat utama sistem senjata.

Hal ini membuka peluang bagi TNI untuk memperoleh alutsista dari berbagai negara tanpa terikat batasan politik tertentu.

“Kita sebagai negara yang menganut politik bebas aktif dan berada pada garis non-blok itu tidak mempunyai restriksi apa-apa terhadap pengadaan alutsista,” kata Sjafrie.

“Jadi, kebutuhan pengguna dan pembina kekuatan ini kita fasilitasi untuk memperkuat kekuatan matra darat, laut, dan udara,” imbuhnya.

Sjafrie juga menegaskan bahwa tidak ada hambatan dalam pengadaan alutsista, termasuk jika alutsista tersebut berasal dari negara seperti Rusia.

“Kita tidak ada masalah-masalah yang berhubungan dengan sanksi,” ujar Sjafrie ketika ditanya apakah ada penyesuaian pengadaan alutsista yang berasal dari Rusia.

Posisi RI soal Konflik Israel-Gaza

Dalam kesempatan yang sama, Sjafrie menegaskan posisi politik Indonesia terhadap konflik Israel-Gaza.

Menurutnya, Indonesia tak akan berpihak kepada siapa-siapa selain pada kemanusiaan.

Baca Juga:  TNI AL Punya Kapal Perang Baru dari Italia

“Concern yang ada di Indonesia adalah penderitaan kemanusiaan. Jadi Indonesia sangat concern terhadap konflik-konflik yang menimbulkan akibat terhadap penderitaan kemanusiaan,” uca Sjafrie.

“Nah, ini yang menjadi concern Presiden Prabowo untuk melakukan diplomasi dan berhentilah untuk berkonflik,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending