Connect with us

Politik

361 Personel Jepang Dianugerahi Satyalencana Dharma Samudera usai Bantu Padamkan Karhutla

Indonesia memberi Satyalencana Dharma Samudera kepada 361 personel Jepang yang membantu penanganan karhutla di Kalimantan dengan helikopter Chinook.

Actress 1299250

Published

on

361 Personel Jepang Dianugerahi Satyalencana Dharma Samudera usai Bantu Padamkan Karhutla
361 Personel Jepang Dianugerahi Satyalencana Dharma Samudera usai Bantu Padamkan Karhutla. Gambar: Dok. Kementerian Pertahanan

MPN Indonesia 2 Oktober 2026 - Pemerintah Indonesia menganugerahkan Satyalencana Dharma Samudera kepada 361 personel Jepang yang membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan penghargaan tersebut di kapal JS Kunisaki, Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, Rabu (30/9).

Penghargaan diberikan setelah personel Japan Self-Defense Force mendukung pemadaman melalui operasi udara menggunakan tiga helikopter CH-47 Chinook.

Tiga pimpinan menerima penyematan Satyalencana Dharma Samudera secara simbolis.

Mereka terdiri dari:

  • Commander Deployed Task Force Kolonel Nakahara Shunji.
  • Commander Maritime Deployed Task Force Kolonel Noma Toshihide.
  • Commander Aviation Unit Letnan Kolonel Wakatsuki Shinichi.

Sjafrie Sjamsoeddin Sebut Bantuan Jepang Bagian Kerja Sama Pertahanan

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin berharap hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang tidak berhenti pada kerja sama penanganan karhutla di Kalimantan.

Ia menilai dukungan Jepang mencerminkan eratnya kerja sama antara kedua negara dan diharapkan dapat terus berlanjut pada masa mendatang.

Menurut Sjafrie, kehadiran JS Kunisaki dan helikopter Chinook menjadi bagian dari dukungan misi kemanusiaan Jepang.

Bantuan tersebut terintegrasi dengan penanganan yang dilakukan TNI dan BNPB di Kalimantan Barat.

Tiga Chinook Jepang Jatuhkan Lebih dari 220 Ton Air

Selama menjalankan misi pemadaman karhutla di Kalimantan, tiga helikopter CH-47 Chinook milik Jepang melakukan 40 kali operasi udara dan menjatuhkan lebih dari 220 ton air.

Kapal bertolak dari Pelabuhan Kure, Prefektur Hiroshima, pada 30 Agustus 2026.

JS Kunisaki kemudian tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September 2026. Misi ini menjadi operasi pemadaman karhutla luar negeri pertama bagi militer Jepang.

Baca Juga:  Prabowo Tiba di Tanah Air usai Rampungkan Lawatan ke Jepang dan Korea Selatan

Jepang Sebut Operasi Pemadaman Ini yang Pertama bagi Pasukan Bela Diri

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi menyampaikan bahwa kedua negara telah menjalankan kerja sama pertahanan. Kolaborasi tersebut juga mencakup bidang ekonomi.

“Namun bagi kami, ini yang pertama kali kami lakukan untuk pemadaman di beberapa titik kebakaran bagi pasukan bela diri Jepang dan bantuan ini juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Indonesia. Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas penghargaan yang diberikan kepada 361 tentara Jepang,” ujar Ueno Atsushi.

 (AKM/NID/RAD)



Trending