Connect with us

Berita

Ayah Siswi SMP di Palembang yang Tewas Diperkosa 4 Remaja Sering Terlihat Stress dan Menangis

Siswi SMP tewas di Kuburan Cina. Polisi melakukan olah TKP dan berhasil menangkap pelaku. Simak kronologinya di sini!

Actress 1299250

Published

on

Ayah Siswi SMP di Palembang yang Tewas Diperkosa 4 Remaja Sering Terlihat Stress dan Menangis
Gambar : Ilustrasi Canva

Sumatera Selatan, MPN Indonesia 6 September 2024 - Seorang siswi SMP (13), berinisial AA, ditemukan tewas di area Kuburan Cina Talang Kerikil, Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu, (1/9).

Kematian AA mengejutkan keluarganya, yang tak menyangka putri mereka harus menghadapi nasib tragis ini.

Ayah Korban Masih Alami Trauma

Empat hari setelah kejadian tersebut, ayah AA, yang dikenal dengan inisial UD, masih berjuang dengan dampak emosional yang mendalam.

Salah satu anggota keluarga, Marzuki (55), menjelaskan bahwa UD sering terlihat stres dan bahkan menangis ketika mengingat peristiwa yang menimpa anaknya.

“Agak beda sekarang, mudah kepikiran dan masih stres. Ayahnya itu nangis-nangis terus kalau teringat ke anaknya,” ujar Marzuki ketika ditemui di rumah duka di kawasan Kemuning, Palembang.

AA semasa hidupnya dikenal sebagai anak yang ceria dan selalu berusaha membantu keluarganya.

Selain bersekolah, dia juga menjual balon untuk membantu perekonomian keluarga serta merawat uwaknya yang menderita stroke. Uwak AA, yang dirawat oleh korban, juga merasakan kesedihan akibat kepergian AA.

“Uwaknya yang sakit itu juga ikut merasa sedih, karena almarhumah kan ikut merawat baru-baru ini,” tambah Marzuki.

Pelaku Pembunuhan Berhasil Ditangkap

Kini, pelaku pembunuhan AA telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Kami sudah dikasih tahu sama polisi kalau pelaku sudah ditangkap. Kami harap pelaku bisa dihukum setimpal,” ujar Marzuki.

Olah TKP di Kuburan Cina

Pada Rabu, (4/9), pihak kepolisian dari Subdit III Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pemerkosaan sekaligus pembunuhan AA.

Baca Juga:  Netanyahu dan Gallant Bersembunyi di Bunker Saat Serangan Israel ke Iran

Kegiatan ini melibatkan tim Inafis untuk mendalami bukti-bukti di lokasi yang dekat dengan Krematorium Sampurna, Palembang.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, lokasi tersebut diduga kuat sebagai tempat di mana AA dirudapaksa sebelum akhirnya ditemukan tewas.

Proses olah TKP dimulai sejak pukul 09.20 WIB dan menarik perhatian warga sekitar. Banyak yang penasaran dengan keramaian polisi di lokasi pemakaman tersebut.

“Kami penasaran kok ramai polisi dari kemarin, pengen tau tentang kejadian itu,” kata Yani.

Kombes Pol M. Anwar Reksowidjojo, Dirreskrimum Polda Sumsel, menyatakan bahwa olah TKP dilakukan untuk menemukan alat bukti tambahan yang dapat memperkuat proses penyidikan.

Pihak kepolisian juga fokus mendalami kasus kriminal ini di lokasi sebelum AA ditemukan tewas.

WI (39), ibu dari AA, mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar kematian anaknya.

Dia mendapatkan informasi tersebut dari seorang kerabat pada sore hari setelah penemuan jenazah AA.

“Sekitar pukul 17.00, tadi keponakan saya Petik mampir ke rumah dan mengatakan bahwa Ayu ditemukan sudah meninggal di kuburan Cina,” ungkap WI.

WI juga mengungkapkan penyesalannya karena saat terakhir bertemu dengan anaknya, mereka tidak sempat berbicara banyak.

Hasil autopsi dari RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang menunjukkan bahwa AA meninggal akibat kekurangan oksigen berat.

Luka jeratan di leher dan lebam di tubuh korban menguatkan dugaan bahwa AA tewas karena tindakan kekerasan.

“Di lihat dari kondisinya, korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen berat, dan ada jeratan pada bagian leher korban,” kata dr. Indra Nasution, dokter forensik yang memeriksa jenazah AA.

Dengan kasus pembunuhan ini, keluarga korban berharap agar pihak kepolisian dapat memberikan keadilan bagi putri mereka.

Baca Juga:  Maling Spesialis Hotel Mewah Jakarta Akhirnya Ditangkap

“Saya berharap kepada pihak kepolisian atas laporan ini pelaku cepat ditangkap dan dihukum setimpal dengan perbuatannya,” tegas WI.

Trending