Connect with us

Politik

Imbas Instagram Prabowo Diserbu Netizen Brasil, DPR Usul Basarnas Rekrut Translator

Tom Liwafa usul Basarnas rekrut penerjemah resmi usai insiden wisatawan Brasil di Rinjani untuk hindari kesalahpahaman internasional.

Logompn

Published

on

Imbas instagram prabowo diserbu netizen brasil, dpr usul basarnas rekrut translator
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Tom Liwafa dalam rapat kerja bersama BMKG dan Basarnas/BNPP di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (7/7). Gambar : Tangkapan Layar YouTube/TVR Parlemen

MPN Indonesia 8 Juli 2025 - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Tom Liwafa, mengusulkan agar Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merekrut penerjemah resmi.

Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama BMKG dan Basarnas/BNPP di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (7/7).

Latar belakang usulan ini terkait insiden kecelakaan wisatawan asal Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kejadian tersebut memicu reaksi dari masyarakat Brasil, bahkan hingga menyerbu akun Instagram Presiden Prabowo Subianto.

“Yang paling miris di sini adalah sampai Instagram pribadinya Bapak Presiden kita, Pak Prabowo Subianto, itu diserang sama netizen dari Brasil,” ujar Tom dalam rapat, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (8/7).

Menurut Tom, penjelasan dari Basarnas hanya dapat dipahami oleh masyarakat Indonesia, sementara publik internasional, terutama dari Brasil, kesulitan memahami proses evakuasi dan kronologi kejadian.

Pentingnya Translator dalam Situasi Internasional

Tom menilai keberadaan penerjemah yang andal sangat diperlukan dalam situasi yang melibatkan warga negara asing.

Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menciptakan komunikasi yang transparan di ranah global.

“Hemat saya, seperti ini tentu mungkin di kejadian-kejadian yang akan datang nanti, diperlukan seorang translator yang andal, sehingga kemudian ketika menjelaskan ini masyarakat dari Brasil akhirnya paham apa yang terjadi di lapangan,” jelasnya.

Apresiasi untuk Relawan dan Evaluasi Sarana Evakuasi

Dalam kesempatan tersebut, Tom juga memberikan apresiasi atas keberanian Abdul Haris Agam, relawan yang dikenal dengan nama Agam Rinjani, yang ikut serta dalam proses evakuasi. Aksinya dianggap sebagai bentuk kepahlawanan yang patut dihargai.

Baca Juga:  Belum Mau Pulang ke Indonesia usai Rumahnya Dijarah, Ahmad Sahroni: Saya Minta Maaf

“Kita sangat apresiasi, dengan apa yang terjadi, dengan aksi heroik yang dilakukan di Gunung Rinjani,” katanya.

Namun demikian, ia turut menyoroti keterbatasan alat evakuasi yang digunakan Basarnas.

Menurutnya, proses evakuasi terlihat masih terlalu manual dan perlu ditingkatkan dengan peralatan modern, seperti alat pendeteksi suhu tubuh manusia.

“Tapi ada beberapa koreksi, ketika proses evakuasi itu terlihat sangat manual, Pak, di mana kemudian memang harus ada peralatan khusus yang bisa mendeteksi suhu badan manusia,” ungkap Tom.

Komunikasi Masih Kurang Maksimal

Tom juga mengkritisi bahwa meski penjelasan Basarnas di media nasional sudah cukup baik, namun penyampaian informasi di media sosial global masih kurang menjangkau audiens luar negeri.

Menurutnya, komunikasi di ruang digital memerlukan strategi yang berbeda.

“Penjelasan daripada Bapak waktu di media itu memang bagus, tapi bagusnya untuk orang Indonesia, Pak,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending