Connect with us

Internasional

Benjamin Netanyahu Nominasikan Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian

Benjamin Netanyahu secara resmi menominasikan Donald Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian saat bertemu di Gedung Putih.

Logompn

Published

on

Benjamin netanyahu nominasikan donald trump untuk hadiah nobel perdamaian
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump. Gambar : Reuters/Kevin Mohatt

MPN Indonesia 10 Juli 2025 - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi menominasikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Penyerahan surat nominasi dilakukan langsung saat keduanya bertemu di Blue Room, Gedung Putih, pada Senin (7/7).

Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak Amerika Serikat melakukan serangan terhadap program nuklir Iran yang sempat memicu ketegangan dengan Israel.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi dan kekaguman tidak hanya dari seluruh warga Israel, tetapi juga dari orang-orang Yahudi,” ujar Netanyahu, seperti dikutip MPN Indonesia dari laman The Guardian, Kamis (10/7).

Ia menambahkan, “Anda pantas mendapatkannya.”

Donald Trump membalas, “Ini sangat berarti, apalagi datang dari Anda.”

Pertemuan Bertepatan dengan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Pertemuan Netanyahu dan Donald Trump berlangsung di tengah tekanan global terhadap Israel terkait perang di Gaza yang telah berlangsung selama 21 bulan dan menyebabkan hampir 60.000 korban jiwa, mayoritas warga Palestina.

Pada hari yang sama, negosiator Israel dan Hamas juga memulai kembali pembicaraan tidak langsung di Qatar, setelah enam minggu tanpa komunikasi resmi.

Kedua pihak berharap tercapai kesepakatan gencatan senjata, meski sejumlah poin masih menjadi kendala, termasuk syarat Israel soal pengusiran Hamas dari Gaza.

Donald Trump menyatakan optimismenya terhadap kemungkinan tercapainya gencatan senjata, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Netanyahu Tegaskan Warga Gaza Punya Kebebasan Pilih

Saat sesi tanya jawab, Donald Trump mengalihkan pertanyaan mengenai kemungkinan pengusiran warga Palestina dari Gaza kepada Netanyahu.

Baca Juga:  Sertijab dengan Purbaya, Sri Mulyani: Jangan Pernah Lupa Mencintai Indonesia

Menanggapi hal ini, Netanyahu menyatakan, “Ini disebut pilihan bebas. Jika orang ingin tetap tinggal, mereka bisa tinggal. Tapi jika mereka ingin pergi, mereka harus bisa pergi.”

Ia menambahkan, “Itu seharusnya bukan penjara. Itu harus menjadi tempat terbuka dan memberikan orang kebebasan memilih.”

Netanyahu menyebut Israel bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mencari negara-negara yang bersedia memberikan masa depan lebih baik bagi warga Palestina.

“Saya rasa kita semakin dekat untuk menemukan beberapa negara,” jelasnya.

Bahas Iran hingga Ukraina

Terkait ketegangan dengan Iran, Donald Trump berharap agar Amerika Serikat tidak kembali melancarkan serangan militer.

“Mereka ingin menyelesaikan sesuatu. Mereka sekarang sangat berbeda dibanding dua minggu lalu,” tegasnya.

Namun, ia menolak memberi tanggal pasti terkait perundingan lanjutan.

Trump juga menyinggung konflik Rusia-Ukraina. Ia mengaku kecewa terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Saya kecewa, sejujurnya, bahwa Presiden Putin belum menghentikannya,” kata Donald Trump.

Ia menegaskan bahwa AS akan tetap mengirimkan senjata ke Ukraina untuk keperluan pertahanan.

Netanyahu Tolak Solusi Dua Negara Jika Ancaman Masih Ada

Ketika ditanya soal solusi dua negara, Donald Trump kembali menyerahkan pertanyaan tersebut kepada Netanyahu.

Netanyahu menjawab, “Saya pikir warga Palestina harus memiliki semua kekuasaan untuk mengatur diri mereka sendiri, tetapi tidak memiliki kekuasaan untuk mengancam kami.”

Ia menegaskan bahwa keamanan tetap akan menjadi tanggung jawab Israel.

Agenda Netanyahu di Washington

Sebelum berangkat ke Washington pada Minggu (6/7), Netanyahu menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan gencatan senjata bisa tercapai jika sesuai syarat Israel.

Sumber dari rombongan Netanyahu menggambarkan diskusi di Qatar sebagai positif. Namun, perwakilan Palestina menyebut pertemuan awal belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Baca Juga:  Hakim Paling Baik di Dunia Hembuskan Napas Terakhir, Siapa Dia?

Selain bertemu Donald Trump, Netanyahu juga melakukan pertemuan dengan utusan Timur Tengah Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Ia dijadwalkan melanjutkan pertemuan dengan Wakil Presiden JD Vance serta Ketua DPR AS Mike Johnson.

(ADN/NID/RAD)

Trending