Connect with us

Internasional

Hakim Paling Baik di Dunia Hembuskan Napas Terakhir, Siapa Dia?

Frank Caprio yang dikenal luas sebagai “hakim paling baik di dunia” meninggal pada Rabu (20/8) akibat kanker pankreas.

Logompn

Published

on

Hakim paling baik di dunia hembuskan napas terakhir, siapa dia
Frank Caprio | Gambar: Facebook/Frank Caprio

MPN Indonesia 22 Agustus 2025 - Frank Caprio, tokoh dan figur publik asal Rhode Island, Amerika Serikat, yang dikenal luas sebagai “hakim paling baik di dunia”, meninggal dunia pada Rabu (20/8) akibat kanker pankreas.

Caprio menghembuskan napas terakhirnya dalam usia 88 tahun. Kabar duka tersebut diumumkan secara resmi melalui laman Facebook Frank Caprio, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari ABC News.

Lantas, siapa sebenarnya Frank Caprio dan mengapa ia dijuluki sebagai “hakim paling baik di dunia?” berikut ulasannya.

Siapa Frank Caprio?

Sosok Frank Caprio dikenal masyarakat global bukan hanya karena jabatannya sebagai hakim, melainkan juga pendekatannya yang penuh empati dalam menangani perkara.

Ia menjabat sebagai Ketua Hakim Pengadilan Kota Providence sejak 1985 hingga pensiun pada 2023.

Setelah pensiun, ia dianugerahi gelar kehormatan Chief Judge Emeritus dan ruang sidangnya dinamai dengan namanya.

Caprio menjadi tokoh publik internasional melalui acara televisi Caught in Providence yang menayangkan proses persidangan yang ditanganinya.

Tayangan ini mulai tayang pada 2000, kembali mengudara pada 2015 hingga 2017, dan disiarkan secara nasional mulai 2018.

Video persidangan yang dibagikan di media sosial memperlihatkan interaksinya yang penuh empati. Hal ini lah yang membuat namanya dikenal secara luas dan dijuluki sebagai ‘hakim paling baik di dunia’.

Lahir dari Keluarga Sederhana

Dikutip MPN Indonesia dari Associated Press, Frank Caprio lahir dengan nama Francis J Caprio pada 23 November 1936 di Providence, Rhode Island.

Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang tumbuh di Federal Hill, lingkungan kelas pekerja imigran Italia.

Baca Juga:  Sahroni Kembali Ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR

Ayahnya bekerja sebagai tukang susu dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Lingkungan keluarga yang sederhana membentuk pandangan Caprio tentang nilai kerja keras dan pentingnya kepedulian sosial.

Sebelum menempuh karier hukum, Caprio sempat mengajar mata pelajaran pemerintahan Amerika di Hope High School.

Ia menyelesaikan pendidikan hukum di Suffolk University School of Law, Boston, setelah sebelumnya lulus dari Providence College.

Setelah menjadi pengacara, ia mulai menjabat sebagai hakim di Pengadilan Kota Providence pada 1985.

Caprio: Saya Tidak Mengenakan Lencana, tapi Hati

Frank Caprio terkenal karena pendekatannya yang mengedepankan rasa kemanusiaan. Ia sering mengandalkan “aturan akal sehat” saat menjatuhkan putusan.

Dalam salah satu persidangan, Caprio meminta bocah berusia enam tahun untuk membantu memutuskan denda parkir ibunya.

“Kalau ibumu belikan kamu sarapan setelah ini, saya akan hapus kasusnya. Bagus, kan?” ujarnya saat itu.

Dalam wawancaranya dengan majalah hukum Universitas Suffolk, Caprio menyampaikan bahwa melalui keputusan-keputusannya, masyarakat menjadi merasa ada harapan mengenai penegakan hukum yang adil.

“Saya kira, melalui keputusan-keputusan yang saya buat, mereka merasa ada harapan,” katanya.

“Saya tidak mengenakan lencana di balik jubah hakim saya. Saya mengenakan hati,” ujar Caprio dalam salah satu persidangan.

Kini meski Caprio telah tiada, namun kebaikan hatinya akan selalu terkenang di hati jutaan manusia.

(ADN/NID/RAD)

Trending