Lifestyle
13 Kebiasaan yang Bisa Membuat Anda Cepat Tua
Simak 13 kebiasaan pola hidup yang bisa menyebabkan kondisi penuaan dini.
MPN Indonesia 10 Juli 2025 - Penuaan dini tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga oleh kebiasaan harian yang sering kali dianggap sepele.
Berbagai aktivitas yang dilakukan setiap hari, mulai dari cara beristirahat hingga bagaimana seseorang merespons stres, dapat mempercepat proses penuaan tubuh dan mengganggu kebugaran.
Berikut adalah 13 kebiasaan yang telah diidentifikasi para ahli sebagai faktor yang bisa mempercepat penuaan dini dan menurunkan kebugaran tubuh.
1. Lembur Terus-Menerus
Bekerja lembur tanpa jeda memicu sistem saraf simpatik terus aktif, yang berujung pada kelelahan, gangguan suasana hati, hingga penurunan sistem kekebalan tubuh.
“Biologi tubuh kita bekerja berdasarkan ritme, seperti saat bangun dan tidur, atau saat stres dan pemulihan. Kalau kita terus-menerus aktif tanpa jeda, tubuh tidak mendapat waktu yang cukup untuk memperbaiki diri dan memproses apa yang terjadi,” jelas Kavin Mistry, ahli neuroradiologi sekaligus pendidik medis Amerika, dikutip MPN Indonesia dari Health.com, Kamis (10/7).
2. Kurang Minum Air
Dehidrasi kronis dapat mempercepat kelelahan, penuaan kulit, gangguan ginjal, serta menurunkan kemampuan tubuh menghadapi stres. Mistry juga menjelaskan bahwa dehidrasi bisa menyusutkan jaringan otak, mengganggu konsentrasi, suasana hati, dan daya ingat.
Mengonsumsi segelas air dengan garam dan lemon saat bangun tidur secara rutin bisa membantu mengatasi kondisi ini.
3. Terlalu Sering Menggunakan Headphone
Penggunaan headphone secara berlebih dapat menyebabkan kelelahan sensorik, mengganggu postur tubuh, serta membatasi kemampuan otak untuk beristirahat.
Mistry mengatakan, penggunaan headphone dalam jangka waktu lama dapat membuat sistem pendengaran bekerja terlalu keras hingga menyebabkan stimulasi berlebih dan kelelahan perhatian.
4. Tidak Melatih Otot
Hilangnya massa otot menyebabkan metabolisme menurun, sensitivitas insulin terganggu, dan meningkatkan risiko kerapuhan tubuh serta penurunan fungsi otak.
“Otot menghasilkan senyawa anti-inflamasi yang kuat yang meningkatkan kesehatan otak dan ketahanan imun. Tanpa latihan ketahanan, metabolisme tubuh Anda akan melambat, dan risiko Anda mengalami kelemahan, jatuh, dan bahkan penurunan kognitif meningkat secara signifikan,” jelas Mistry.
5. Stres Berkepanjangan
Stres yang tidak dikendalikan memicu berbagai gangguan kronis seperti penyakit jantung, masalah pencernaan, serta mempercepat penuaan sel.
Dalam sumber yang sama, dokter bedah ortopedi di Amerika Serikat, Jennifer Hankenson menegaskan bahwa kondisi stres dapat mempercepat penuaan sel dan meningkatkan risiko penyakit kronis yang biasanya disebabkan oleh faktor usia.
6. Kurang Menjaga Kebersihan Mulut
Kebersihan mulut yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit jantung akibat bakteri yang menyebar melalui aliran darah.
Bahkan sebuah penelitian menyebut, orang yang menyikat gigi di malam hari memiliki risiko kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak menyikat gigi
7. Tidur dengan Makeup
Sisa makeup dapat menghambat regenerasi kulit saat tidur, yang dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan kulit seperti peradangan dan kulit kusam.
Mistry menjelaskan, saat tidur nyenyak, kulit akan melakukan pekerjaan perbaikan paling intensif. Jika permukaannya tersumbat, maka proses pembaruan terganggu, yang menyebabkan kulit kusam, peradangan, dan tanda-tanda penuaan dini
8. Tidak Pernah Jauh dari Layar
Waktu istirahat yang minim dari layar atau media sosial membuat sistem saraf dalam kondisi waspada terus-menerus.
Hal ini dijelaskan oleh pakar kesehatan asal Amerika Serikat, Mercola dalam situs Health, bahwa saraf vagus yang berfungsi untuk menenangkan jantung dan pencernaan membutuhkan saat-saat hening dan terhubung.
Oleh karena itu, berilah waktu istirahat dari screen time agar tubuh bisa melakukan regenerasi.
9. Pola Pikir Negatif
Masih melansir situs yang sama, seorang pendidik profesional di bidang lansia dan keluarga, Lakelyn Eichenberger menyebut bahwa pikiran negatif berlebih dapat memicu peradangan kronis dan memperburuk kondisi fisik serta emosional.
“Seiring berjalannya waktu, emosi negatif bahkan dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan fisik melalui peradangan kronis dan stres,” jelasnya.
10. Tidak Punya Tujuan Hidup
Kurangnya arah atau tujuan hidup berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik, serta menurunkan motivasi dan semangat.
Eichenberger menjelaskan bahwa tujuan hidup dapat membawa kegembiraan dan membangkitkan motivasi. Oleh karena itu, cobalah untuk tentukan rencana hidup yang bisa membawa kesenangan.
11. Tidak Melatih Otak
Kurangnya tantangan mental mempercepat penurunan kognitif dan kehilangan memori.
Ini dijelaskan oleh Eichenberger yang mengatakan bahwa ketika otak tidak ditantang untuk melakukan hal baru, maka akan meningkatkan risiko penurunan kognitif dan hilangnya memori seiring waktu.
12. Isolasi Sosial
Kesepian memperburuk stres dan berdampak pada fungsi memori serta suasana hati. Seiring waktu, kondisi ini akan mengirimkan sinyal ke tubuh bahwa ada sesuatu yang salah sehingga sistem saraf akan berada dalam kondisi stres kronis.
13. Terlalu Banyak Duduk
Kurangnya aktivitas fisik memperlambat metabolisme dan mempercepat pelemahan otot.
Hal ini dijelaskan oleh Mercola yang menyebut bahwa bergerak bisa membantu mengirim sinyal anti penuaan yang kuat, termasuk pelepasan miokin dari jaringan otot yang bisa melindungi otak dan sistem kardiovaskular.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
