Lifestyle
Kecanduan Gadget Diam-Diam Bikin Otak Sulit Fokus
Kecanduan gadget dapat menyebabkan gangguan fokus dan emosi. Psikolog Jane Cindy Linardi jelaskan dampak dan tanda awal yang perlu diwaspadai.
MPN Indonesia 9 Juli 2025 - Penggunaan gadget secara berlebihan bukan hanya kebiasaan yang tidak sehat, tetapi dapat berkembang menjadi gangguan serius bagi kesehatan mental.
Psikolog RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, Jane Cindy Linardi, M.Psi., S.Psi., menyebut bahwa kecanduan gadget memengaruhi kemampuan fokus dan kestabilan emosi.
“Penggunaan gadget berlebihan dapat memperburuk kemampuan seseorang untuk fokus pada suatu aktivitas dalam periode waktu tertentu (rentang atensi),” jelas Jane kepada MPN Indonesia pada Senin (7/7).
Ia menambahkan bahwa individu yang sudah kecanduan cenderung menunjukkan perubahan emosi, seperti mudah marah ketika tidak bisa mengakses gadget.
“Jika sudah masuk dalam tahap kecanduan gadget, tentu dapat memengaruhi kondisi emosi sehingga jadi lebih mudah marah. Terutama jika tidak bisa mendapatkan akses ke gadget,” lanjutnya.
Tanda Awal Kecanduan Gadget
Menurut Jane, ada sejumlah indikator awal kecanduan gadget yang sering tidak disadari, antara lain:
- Kehilangan fokus dalam aktivitas harian
- Gagal menyelesaikan pekerjaan atau tugas
- Rentang atensi yang pendek
- Mudah marah
- Tidak menikmati aktivitas non-layar
Tanda-tanda ini menjadi sinyal awal gangguan kesehatan mental akibat penggunaan gadget berlebihan.
Durasi Berlebihan Bisa Memicu Ketergantungan
Jika gadget digunakan untuk hiburan seperti bermain gim lebih dari 7 jam per hari, maka hal itu sudah tergolong penggunaan berlebihan.
“Jika gadget dan internet digunakan untuk keperluan rekreasi seperti gaming, serta rutin dilakukan lebih dari 7 jam per hari, maka dapat dikatakan durasi penggunaan ini sudah dalam kategori yang berlebihan,” kata Jane.
Dampak Jangka Panjang pada Anak dan Remaja
Jane menekankan bahwa paparan layar sejak dini berdampak negatif terhadap kemampuan regulasi emosi dan fokus anak.
Anak yang terlalu lama menatap layar cenderung mudah bosan dan kurang mampu mengelola emosi saat dihadapkan dengan aktivitas yang tidak secepat stimulasi visual dari layar.
“Tidak ada perbedaan dampak psikologis antara pengguna smartphone dan komputer,” tambahnya.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
