Viral
Wisatawan asal Bandung Dituding Tak Bayar saat Kunjungi Salah Satu Restoran di Bali, Manajemen Minta Maaf
Wisatawan asal Bandung dituduh tidak bayar saat kunjungi resto di Bali hingga dipaksa membayar dua kali, pihak manajemen restoran minta maaf lewat Instagram.
Bali, MPN Indonesia 14 Juli 2025 - Seorang wisatawan asal Bandung mengalami kejadian tidak menyenangkan saat mengunjungi Jendela Bali Resto yang berlokasi di kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, saat berlibur bersama keluarganya.
Insiden tersebut terjadi ketika pihak kasir restoran menuduh wisatawan itu belum membayar makanan yang telah dipesan meski ia sudah menunjukkan bukti transaksi pembayaran via QRIS.
Peristiwa di daerah ini menjadi sorotan publik setelah video pengakuan wisatawan tersebut diunggah melalui akun TikTok @magmahan dan viral di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, wisatawan asal Bandung itu mengaku telah memperlihatkan bukti transfer melalui aplikasi mobile banking dan email kepada kasir.
Namun, kasir restoran menolak memverifikasi bukti tersebut dan malah menuduhnya belum membayar, bahkan memaksanya melakukan pembayaran kedua kalinya.
“Selesai makan saya ke kasir untuk membayar, saya scan kode QR yg ibu-ibu kasir beri ke saya. Setelah berhasil membayar saya memperlihatkan kepada ibu itu, ibu itu mengeluh tidak ada resi keluar, tidak ada pembayaran masuk, menuduh saya belum melakukan pembayaran dan memaksa saya melakukan transaksi kedua kali,” tutur wisatawan tersebut dalam keterangan video, dikutip MPN Indonesia, Senin (14/7).
Suami korban turut turun tangan, namun tetap tidak ada penyelesaian dari pihak restoran hingga keluarga tersebut tertahan di lokasi selama 1,5 jam.
Korban Mengaku Pihak Restoran Beda Perlakuan terhadap Turis Lokal
Dalam kronologinya, wisatawan tersebut menceritakan bahwa sejak awal kedatangannya ke Jendela Bali Resto, ia telah merasakan adanya perbedaan pelayanan antara turis lokal dan turis asing.
Meski awalnya tidak mempermasalahkan hal tersebut, ia merasa kecewa ketika hanya diberikan tempat duduk seadanya di lorong dekat pantry yang sempit, sementara turis asing diprioritaskan.
“Dari awal datang, saya dilayani oleh mbak dan mas waiters… mereka ramah dan membantu saya mencari tempat duduk. Walaupun yang diutamakan dan didahulukan adalah bule-bule saya tidak masalah, saya memaklumi itu,” ungkap korban.
Kondisi semakin memanas ketika ia menunjukkan bukti pembayaran kepada kasir, tetapi tidak dipercaya. Menurut pernyataannya, kasir restoran justru meneriakinya dengan suara tinggi dan kasar di depan pelanggan lain, menolak untuk menghubungi manajer atau call center bank, serta tidak memberikan solusi penyelesaian yang memadai.
“Kasir hanya memaksa saya mengulang transaksi/membayar dua kali, menjanjikan uang saya sebelumnya akan kembali dalam dua jam. Kasir tidak percaya saya bahkan menuduh saya belum membayar. Kasir berbicara dengan intonasi tinggi dan kasar, meneriaki saya, ‘gak ada pembayaran masuk’,” ujar korban lagi.
Viral di Media Sosial dan Respons Warganet
Insiden yang menimpa wisatawan asal Bandung ini langsung menyulut reaksi keras dari warganet setelah videonya menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Kolom komentar Instagram resmi Jendela Bali Resto GWK dipenuhi dengan berbagai kecaman dan kritik tajam. Banyak warganet menuduh restoran tersebut bersikap diskriminatif terhadap wisatawan lokal.
“Haii buat yang nyari resto di Bali jangan ke sini ya, only tourist. Kalau kamu orang lokal bakal kurang ramah nantinya. Demi kenyamanan bersama guys, mending jangan coba-coba,” tulis akun @harumseka**.
“Jendela rasisme. Bawa anak bayi dikasih di lorong demi tamu bule tercinta,” tambah akun @wns**.
Bahkan sebagian besar netizen menyerukan agar masyarakat memberikan penilaian bintang satu untuk Jendela Bali Resto di Google Maps sebagai bentuk protes.
Setelah aksi ini viral, pihak restoran pun buka suara dan meminta maaf atas kejadian tidak menyenangkan yang dialami wisatawan asal Bandung tersebut.
Lewat postingan Instagram @jendelabaliresto, pihak restoran menyampaikan permohonan maaf pada Senin (7/7) lalu.
“Terkait dengan kejadian belum lama ini, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami,” tulis manajemen resto dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia, Senin (14/7).
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
