Connect with us

Internasional

Soal Ancaman 100% Tarif Trump, Rusia: Dunia Bergidik tapi Kami Tak Peduli

Rusia menyatakan tidak terpengaruh oleh ancaman tarif 100% dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Logompn

Published

on

Mantan presiden rusia dmitry medvedev
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 16 Juli 2025 - Rusia menyatakan tidak terpengaruh oleh ancaman tarif 100% dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Trump sebelumnya mengatakan ancaman tersebut akan diberlakukan jika Rusia tidak mengakhiri perang Ukraina dalam waktu 50 hari.

Sanksi tersebut, kata Trump, akan ditambah dengan menargetkan negara-negara lain yang membeli ekspor Rusia. Tujuannya untuk melumpuhkan Moskow bertahan dari sanksi Barat.

Ancaman tersebut disampaikan Trump saat duduk bersama Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Ruang Oval Gedung Putih, Senin (14/7).

Tanggapan Eks Presiden Rusia

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia dan mantan Presiden Dmitry Medvedev menyebut ancaman itu sebagai “ultimatum teatrikal”.

Ia pun menegaskan bahwa Moskow tak sedikit pun peduli dengan ancaman Trump.

“Trump mengeluarkan ultimatum teatrikal kepada Kremlin. Dunia bergidik, mengantisipasi konsekuensinya. Eropa yang agresif kecewa. Rusia tidak peduli,” kata Medvedev di akun X-nya, dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Rabu (16/7).

Trump ‘Frustrasi’ dengan Putin

Pernyataan Trump ini merupakan salah satu bentuk tekanan diplomatik terbaru Amerika Serikat dalam isu konflik Rusia-Ukraina.

Trump juga sempat menyampaikan rasa frustrasinya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Saya tidak ingin menyebut pemimpin Rusia itu seorang pembunuh, tetapi dia adalah pria yang tangguh,” kata Trump merujuk pada komentar mantan presiden AS Joe Biden pada 2021 yang secara terbuka menyebut Putin sebagai “seorang pembunuh”.

Dampak Internasional

Jika tarif sekunder diberlakukan, negara-negara pembeli minyak mentah Rusia—seperti China, India, dan Turki—berpotensi terdampak secara signifikan.

Rusia, sebagai pengekspor minyak terbesar kedua dunia setelah Arab Saudi, saat ini mengekspor sekitar 5 juta barel minyak per hari.

Baca Juga:  Trump dan Zelensky Ribut di Gedung Putih, Presiden Komisi Eropa ke Ukraina: Jangan Takut!

Belum ada kejelasan bagaimana negara-negara tersebut akan merespons jika sanksi sekunder diterapkan.

Ada Rencana Tarif 500%

Di Washington, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump berencana menerapkan tarif 100% terhadap Rusia dan memberikan sanksi kepada negara mana pun yang terus membeli ekspor Rusia apabila tidak ada kesepakatan damai dalam 50 hari.

Selain itu, terdapat rancangan undang-undang yang didukung oleh 85 dari 100 senator AS yang memberikan wewenang kepada Trump untuk mengenakan tarif hingga 500% terhadap negara-negara yang membantu Rusia.

Namun, pengesahan RUU tersebut masih menunggu keputusan dari para pemimpin Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat.

(ADN/NID/RAD)

Trending