Connect with us

Internasional

Kemenkes Monitor Penuh Kasus Kematian Misterius di Rusia, Siapkan Sejumlah Fasilitas Kesehatan

Kemenkes memantau kematian Darya Shipilova di Rusia akibat pneumonia yang belum diketahui penyebabnya serta meningkatkan pengawasan pintu masuk Indonesia.

Actress 1299250

Published

on

Kemenkes Monitor Penuh Kasus Kematian Misterius di Rusia, Siapkan Sejumlah Fasilitas Kesehatan
Kemenkes Monitor Penuh Kasus Kematian Misterius di Rusia, Siapkan Sejumlah Fasilitas Kesehatan. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 7 Oktober 2026 - Kementerian Kesehatan memantau kematian Darya Shipilova, staf Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk di Siberia, Rusia.

Perempuan berusia 28 tahun itu meninggal pada Jumat (2/10) setelah mengalami pneumonia yang belum diketahui penyebabnya.

Kemenkes meningkatkan kesiapsiagaan di pintu masuk negara dan sejumlah fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi pelaku perjalanan bergejala.

Pengawasan dilakukan melalui deklarasi kesehatan, pemantauan gejala, penilaian risiko alat angkut, serta surveilans tikus dan pinjal.

“Kemenkes terus memantau perkembangan situasi dan penanganan kasus tersebut. Balai Karantina Kesehatan, rumah sakit, Labkesmas, Dinas Kesehatan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangannya. 

Pemerintah juga memantau informasi World Health Organization (WHO) terkait perkembangan kasus di Rusia.

IHR NFP merupakan titik kontak nasional untuk komunikasi terkait pelaksanaan International Health Regulations. 

Kemenkes Tingkatkan Pengawasan Pelaku Perjalanan

Bandara dan pelabuhan internasional di Bali termasuk lokasi yang meningkatkan pengawasan.

Pengawasan dilakukan melalui deklarasi kesehatan All Indonesia-SATUSEHAT Health Pass atau SSHP. Petugas juga mengamati tanda dan gejala pada pelaku perjalanan.

“Petugas karantina kesehatan melakukan analisis dan tindak lanjut terhadap status deklarasi kesehatan pelaku perjalanan tersebut, termasuk apakah PPLN berasal dari negara terjangkit,” jelas Aji.

Gejala pes dapat berupa demam mendadak, menggigil, nyeri tubuh, lemas, mual, dan muntah.

Pada pes bubonik dapat terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, sedangkan pes pneumonik dapat menyebabkan sesak napas dan batuk yang disertai dahak berdarah.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan apabila ditemukan pelaku perjalanan dengan gejala yang mengarah pada plague.

Petugas kesehatan di bandara akan merujuk pelaku perjalanan tersebut ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi. Pasien selanjutnya memperoleh pemeriksaan dan penanganan lanjutan.

Baca Juga:  Serangan Rusia Tewaskan 5 Warga Ukraina, Kyiv Balas Hantam Kilang Minyak Saratov

Dalam pemantauan penyakit misterius tersebut, pengawasan juga mencakup alat angkut yang memasuki Indonesia.

Petugas menerapkan risk based assessment atau RBA sesuai pengawasan di pintu masuk negara.

Surveilans terhadap tikus dan pinjal pada tikus juga dilakukan di pintu masuk negara. Langkah ini menjadi bagian dari kewaspadaan terhadap penyakit pes.

Kematian Staf Laboratorium di Rusia

Shipilova dirawat di rumah sakit distrik di Kota Shelekhov sebelum meninggal dunia. Dia disebut mengalami pneumonia parah dengan penyebab yang belum diketahui.

Sejumlah laporan menyebut Shipilova mengalami insiden pecahnya tabung reaksi pada Jumat (25/9). Tabung tersebut diduga berisi bakteri penyebab pes, Yersinia pestis.

Informasi mengenai dugaan kejadian di laboratorium tersebut belum dikonfirmasi sebagai penyebab kematiannya.

Otoritas Rusia juga belum menyatakan pes sebagai penyebab kematian Shipilova.

Menurut laporan yang sama, kondisi kesehatan Shipilova memburuk dua hari setelah dugaan insiden tersebut.

Dia kemudian dibawa ke rumah sakit distrik Shelekhov dan sempat menggunakan ventilator.

Rospotrebnadzor menyatakan Shipilova didiagnosis mengalami pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui.

Badan pengawas kesehatan Rusia itu juga menyatakan kondisi sanitasi dan epidemiologi di Irkutsk masih stabil.

Sekitar 200 orang yang berkontak dengan Shipilova menjalani pemantauan medis. Sejumlah laporan juga menyebut mereka dikarantina di fasilitas kesehatan wilayah Irkutsk.

Informasi tentang dugaan paparan patogen di laboratorium masih menjadi bagian dari kabar yang beredar.

Belum terdapat konfirmasi resmi bahwa paparan tersebut menyebabkan penyakit misterius yang dialami Shipilova.

(RAD/NID/RAD)

Trending